Skip directly to content

Mitos dan Fakta Seputar Migren

05/08/17

 

Migren adalah salah satu jenis sakit kepala. Ketika nyeri dirasakan di satu sisi kepala, orang umumnya langsung mengaitkan dengan migren. Pemahaman ini bisa benar atau salah. Ada banyak pemahaman yang keliru terkait migren ini, dan perlu diluruskan. Inilah beberapa di antaranya:

Migren harus disertai “aura”

Tidak selalu. "Aura" adalah istilah yang sangat luas yang menggambarkan suatu sensasi sebelum serangan migren datang. Tetapi tidak semua penderita migren mengalaminya. Ada beberapa penderita yang tidak melihat “aura” baik dalam bentuk kilatan, titik-titik, atau gelombang sinar. Aura juga dapat menghasilkan denging di telinga, mempengaruhi rasa di lidah, bau, bahkan perasaan. Bagi yang mengalaminya, aura berlangsung selama 15 menit sampai 1 jam sebelum serangan migren.

Migren hanya menyerang satu sisi kepala

Benar. Tidak seperti jenis nyeri kepala lainnya, migren biasanya menyerang satu sisi kepala. Tetapi lokasi nyeri kepala tidak menetap, karena dapat berpindah ke sisi kepala lainnya. Sensasi nyeri yang dirasakan umumnya berdenyut. Migren dapat menyerang kapan saja, dan dapat berlangsung berjam-jam. Migren hebat bahkan dapat berlangsung selama seminggu.
Migren dapat dipengaruhi makanan

Benar. Beberapa makanan mengandung tiramin yang dapat memicu serangan migren. Misalnya keju, daging olahan, dan makanan hasil fermentasi. Namun tidak ada diet khusus untuk menghindari migren. Penderita umumnya tahu makanan apa yang dapat memicu datangnya migren dan menghindarinya sebisa mungkin.

Perempuan lebih berisiko mengalami migren

Benar. Sekitar 3 dari 4 penderita migren adalah perempuan. Satu-satunya kesempatan pria mengalami migren adalah di usia muda, sebelum pubertas.

Dibutuhkan waktu sampai migren datang

Benar. Migren tidak datang tiba-tiba, umumnya didahului nyeri kepala yang tidak tajam. Gejala ini berlangsung 1-2 jam sebelum nyeri migren yang sesunggungnya datang. Ada yang sudah merasakan tanda-tanda migren 2 hari sebelumnya, misalnya merasakan lebih sensitif terhadap cahaya, suara atau bau-bauan, dan juga perubahan mood. Saat inilah disarankan mengonsumsi obat migren sebelum nyeri menjadi semakin memburuk.

Pengobatan rutin dapat mencegah migren

Benar. Kadang dokter meresepkan obat yang diminum setiap hari untuk mencegah migren, namun hanya jika migren sangat sering datang (lebih dari dua kali dalam sebulan), serangan migren lebih dari 24 jam setiap kali datang, migren sangat berat sehingga mengganggu aktivitas harian, atau obat yang biasa digunakan tidak bermanfaat.

Setelah serangan migren, tubuh akan kelelahan

Benar. Setelah mengalami migren, penderita umumnya merasakan lelah dan tidak berdaya. Ada yang merasakan mual dan otot menjadi tegang. Ini adalah fase akhir dari migren yang disebut

"migraine hangover" atau postdrome dan dapat berlangsung satu sampai 2 hari.

Migren semakin berkurang saat usia menua

Benar. Puncak kejadian migren umumnya pada usia 35 dan 40 tahun untuk kemudian mulai berkurang atau melemah. Hal ini diduga terkait dengan masa menopause pada perempuan jika faktor hormonal adalah pemicunya.

Pengobatan migren dapat menyebabkan sakit kepala yang lain

Salah. Justru sebaliknya, pengobatan migren kadang dapat pula menyembuhkan jenis sakit kepala lain yaitu tension headaches atau sakit kepala karena ketegangan saraf di otak.

Migren dapat diturunkan dari orangtua

Benar. Sekitar 4 dari 5 penderita migren memiliki riwayat keluarga dengan migren. Jika salah satu orangtua memiliki migren, maka peluang mendapatkan migren adalah 50%, dan jika kedua orangtua memiliki migren, maka peluang menurun kepada anaknya meningkat  menjadi 75%.

 

Referensi:

http://www.webmd.com/migraines-headaches/default.htm

http://www.webmd.com/migraines-headaches/migraine-treatment-14/rm-quiz-migraine-myths

 

WIDPAC0817193/07