Skip directly to content

5 Penyakit Langka yang Hanya Dijumpai pada Pria

01/06/17

 

Pria umumnya tidak terlalu peduli dengan kondisi kesehatannya dibandingkan perempuan. Padahal pria rentan dengan beberapa penyakit yang tidak hanya berhubungan dengan prostat atau testosteron rendah. Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang umum dijumpai pada pria.

Varikokel

Kita semua pernah mendengar penyakit varises, yaitu pelebaran pembuluh darah vena umumnya di kaki, sehingga pembuluh darah nampak menonjol kebiruan dan menganggu keindahan kaki. Sama saja dengan varises di kaki, namun kali ini terjadi di pembuluh darah vena yang ada di skrotum atau kantong alat vital pria. Itulah varikokel. Sekitar 15% pria, menurut data dari Urology Care Foundation, menderita varikokel. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma yang diproduksi di skrotum. Meskipun tidak selalu, varikokel dapat berdampak pada kesuburan pria.

Varikokel tidak selalu menimbulkan gejala, dan tidak harus dioperasi, kecuali menyebabkan nyeri, atau menyebabkan sulit memiliki keturunan. Bedah pada vena yang melebar dapat mengembalikan aliran darah menjadi normal dan mengembalikan kesuburan.

Kanker payudara pria

Kanker payudara ternyata tidak dimonopoli kaum Hawa. Meski kasusnya jarang, kanker payudara dapat menimpa pria. Umumnya kanker payudara pria ditemukan berupa perabaan benjolan di payudara, berbeda dengan kanker payudara pada perempuan, yang dapat didiagnosis dengan mamografi atau sonografi. Menurut breastcancer.org, kemungkinan seorang pria berisiko kena kanker payudara adalah 1 berbanding 1.000, dan kebanyakan terjadi di usia di atas 60 tahun.

Faktor risiko kanker payudara pada pria di antaranya riwayat keluarga, paparan radiasi di tempat kerja, kandungan estrogen yang tinggi, dan kondisi genetik tertentu. Terapi dan angka harapan hidup penderita kanker payudara pria sama saja dengan kanker payudara pada wanita.

Hematuria Pelari

Hematuria adalah kondisi ditemukannya darah dalam urin. Hematuria dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya atlet atau seseorang yang berolahraga sangat keras, seperti lari jarak jauh. Mengapa hal ini bisa terjadi, belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Tetapi kemungkinan karena adanya ketidakseimbangan cairan tubuh, pecahnya sel darah merah, atau cedera pada kandung kemih karena terguncang saat lari jarak jauh.

Untuk menghindari hal ini, disarankan untuk berkemih setengah jam sebelum lari dan jangan berkemih beberapa saat sebelum lari, sehingga ketika lari dimulai sudah ada produksi urin di kandung kemih  untuk mencegah cedera. Namun apapun penyebabnya, seorang pria wajib cek ke dokter jika ditemukan darah di urin, karena bisa jadi merupakan gejala penyakit yang lebih serius seperti batu ginjal atau kanker.

Kanker Testis

Menurut American Cancer Society, kanker testis umumnya menimpa pria di usia 30-an, meskipun ada penderita yang masih anak-anak atau di atas usia 55. Kasus kanker testis memang jarang, namun pria sebaiknya waspada jika merasakan ada benjolan di testis yang tidak biasa. Sama saja dengan kanker lain, semakin dini ditemukan dan diterapi maka peluang kesembuhan kanker testis dapat mencapai di atas 95%.

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie pertama kali ditemukan pada tahun 1743, ketika seorang pria mengalami pengapuran dan pembentukan plak pada penis, menyebabkan organ kejantanan pria tersebut melengkung. Kondisi ini menyebabkan penis memendek, disfungsi ereksi, atau ketidakmampuan melakukan hubungan seksual karena bentuk penis yang melengkung.

Penyebab penyakit ini diduga trauma pada penis disertai faktor genetik. Diduga 1-23% pria mengalami kejadian ini di usia 40-60 tahun. Terapi untuk penyakit Peyronie meliputi obat-obatan, pembedahan, atau tergantung kondisi masing-masing pasien.

 

Referensi:

Diadopsi dari http://www.everydayhealth.com/news/rare-real-mens-diseases/

 

WIDPAC0816111/09