Skip directly to content

AML, Jenis Leukemia pada Orang Dewasa

01/06/17

 

Leukemia, atau kanker darah, umumnya dijumpai pada anak-anak.  Tetapi ada tipe leukemia yang lebih banyak didiagnosis atau ditemukan pada orang dewasa, yaitu Acute myeloid leukemia (AML). Seperti leukemia tipe lainnya, AML adalah kanker pada darah dan sum-sum tulang belakang. Gejala AML cukup banyak, di antaranya mudah terluka, nyeri atau lemah tulang, kelelahan, demam, sering perdarahan dari hidung atau gusi, sesak napas dan kadang disertai penurunan berat badan.

AML jarang sekali ditemui pada usia di bawah 40 tahun. Ada banyak kemungkinan penyebab AML, di antaranya kelainan darah, kumpulan penyakit yang diwariskan, paparan lingkungan, atau pengaruh obat-obatan tertentu. Tetapi sampai saat ini penyebab pasti AML tidak diketahui.

Di Indonesia tidak ada data pasti berapa pengidap AML. Di Amerika, diperkirakan jumlah kematian akibat AML antara 2009-2013 mencapai 100.000. Kasusnya mencapai 4,1 per 100.000 orang laki-laki dan perempuan per tahun dengan kematian 2,8 per 100.000 orang laki-laki dan perempuan per tahun. Risiko seseorang menmiliki AML adalah 0,5%.

AML adalah sejenis kanker ketika sumsum tulang belakang selaku pabrik pembuat sel darah menghasilkan sel-sel darah yang tidak normal, baik sel darah putih, sel darah merah, maupun platelet. Pengertian akut dalam Acute myeloid leukemia adalah, leukemia jenis ini dapat memburuk dengan sangat cepat jika tidak dilakukan terapi, dan dapat mematikan hanya dalam hitungan bulan. Sedangkan “myeloid” mengacu pada jenis sel yang mengalami kelainan.

Pada jenis leukemia akut ini, sel-sel yang mengalami kerusakan adalah sel-sel darah yang belum matang (disebut sel blast), sehingga perjalanan penyakitnya lebih cepat karena mengikuti sifat sel blast yang membelah cepat. Ketika terjadi kanker, sel-sel blast ini berhenti membelah. Sedangkan pada leukemia kronik, sel-sel yang rusak adalah sel yang sudah matang namun dalam kondisi tidak normal. Misalnya tidak mampu melawan infeksi seperti sel-sel darah putih yang normal. Peluang hidup leukemia kronik umumnya lebih panjang dan penyakit ini berkembang lebih lamban, meskipun pengobatannya lebih sulit dibandingkan leukemia akut.

Karena AML sangat fatal, maka penting untuk memulai pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosis. Pengobatan utama adalah kemoterapi. Tujuannya untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi, tidak selalu diberikan untuk AML, tetapi dapat diberikan untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah mencapai otak, tulang, atau testis. Terapi radiasi juga diberikan  sebelum pasien menjalani transplantasi sel induk.

Transplantasi sumsum tulang belakang merupakan pilihan terapi yang menjanjikan. Sumsum tulang belakang pasien diganti dengan sel-sel induk yang diambil dari donor atau dari sumsum tulang pasien sendiri, atau dari darah tepi.

 

Referensi:

http://www.cancer.org/cancer/leukemia-acutemyeloidaml/

http://seer.cancer.gov/statfacts/html/amyl.html

https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/12757/acute-myeloid-leukemia

 

WIDPAC0816111/09