Skip directly to content

Anda Berisiko Kena Penyakit Jantung dalam 10 Tahun ke Depan?

01/06/17

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Beberapa kelompok orang memiliki peluang memiliki penyakit jantung lebih tinggi, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular. Sebenarnya ada cara memprediksi apakah seseorang berisiko memiliki penyakit kardiovaskular di masa depan.

“Kalkulator” ini menghitung berapa persen peluang seseorang memiliki penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun yang akan datang dengan cara menghitung faktor risiko. Dengan mengetahui seberapa besar peluang mendapatkan penyakit jantung di masa depan, diharapkan seseorang dapat melakukan pencegahan primer, yaitu mencegah sebelum terjadi serangan jantung atau stroke yang pertama. Kalkulator ini dinilai ilmiah karena dibuat berdasarkan sebuah penelitian besar bernama studi Framingham.

Metode penilaian risiko penyakit jantung ini juga dijadikan panduan oleh dokter untuk memberikan terapi yang sesuai. Semakin berisiko seseorang mengalami penyakit jantung, maka terapi yang diberikan bisa jadi semakin intensif. Tidak hanya dengan pemberian obat hipertensi dan penurun kolesterol saja, tetapi pasien benar-benar diharuskan melakukan perubahan gaya hidup dengan menurunkan berat badan dan diet ketat.

Apa saja data yang diperlukan? Dalam “kalkulator” biasanya akan diminta data tentang usia, kadar kolesterol total, kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) atau dikenal dengan “kolesterol baik”, perokok atau tidak, tekanan darah dan apakah saat ini mengonsumsi obat penurun tekanan darah. Setelah itu tinggal klik tombol “hitung” maka akan keluar hasilnya.

Setelah semua faktor risiko berhasil diidentifikasi, maka akan dicatat dalam sebuah grafik yang akan menunjukkan risiko penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun ke depan. Tidak perlu pusing karena kita tinggal memasukkan data-data yang diminta, setelah itu akan keluar hasil yang  dinyatakan dengan presentase. Seseorang dinyatakan memiliki risiko tinggi jika nilainya di atas 20%.

Total kolesterol

Kadar kolesterol total adalah jumlah dari semua kolesterol dalam darah. Semakin tinggi kolesterol total, semakin besar risiko terkena penyakit jantung. Maka penting untuk dicatat batas-batas kolesterol pada nilai yang sehat. Total kolesterol yang diharapkan adalah di bawah atau kurang dari 200 mg/dL untuk berada pada risiko rendah terkena penyakit jantung. Jika kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dL maka risiko penyakit jantung pun meningkat.

Jika kadar kolesterol total 200-239 mg/dL, disebut  “batas atas” dan jika kadarnya 240 mg/dL maka sudah masuk kategori “tinggi”. Dengan kadar kolesterol total seperti ini, seseorang memiliki risiko penyakit jantung dua kali lebih besar dibandingkan dengan seseorang yang kolesterol totalnya di bawah 200 mg/dL.

Sebaliknya untuk kadar kolesterol HDL, yaitu kolesterol dalam darah yang akan membawa kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) atau dikenal dengan “kolesterol jahat” kembali ke hati untuk dihancurkan. HDL membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal di darah sehingga mencegah terjadinya plak pada dinding pembuluh darah arteri. Apabila pembentukan plak tidak dicegah, lama kelamaan dapat menyebabkan sumbatan aliran darah yang dapat menyebabkan beberapa penyakit, termasuk serangan jantung.

Kadar HDL yang diinginkan adalah 60 mg/dL atau diatasnya yang dianggap dapat melindungi kita dari penyakit jantung. Kadar HDL kurang dari 40 mg/dL artinya memiliki faktor risiko utama penyakit jantung. Semakin tinggi kadar HDL, semakin baik penilaian risiko penyakit kardiovaskular seseorang.

Perokok

Tinggal pilih "ya" jika Anda adalah perokok tetap dalam satu bulan terakhir.

Tekanan darah

Tekanan darah yang diharapkan adalah di bawah 120/80 mmHg. Semakin tinggi tekanan darah, maka risiko penyakit kardiovaskular semakin tinggi.

Jangan kaget jika pada orangtua, risikonya tinggi. Pada orang berusia di atas 70 tahun, risiko mengalami penyakit kardiovaskular biasanya di atas 20% dalam 10 tahun ke depan, terutama pada laki-laki.

 

Referensi:

http://cvdrisk.nhlbi.nih.gov/

http://patient.info/doctor/cardiovascular-risk-assessment

 

WIDPAC0816103/08