Skip directly to content

ASI Juga Bermanfaat untuk Kesehatan Ibu

13/06/17

 

Ketika membuat keputusan untuk memberikan ASI, seorang perempuan umumnya berpikir hanya untuk kesehatan bayinya. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena memiliki banyak sekali kebaikan, termasuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menyusui tidak kalah bermanfaat untuk ibu.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Maternal and Child Nutrition menyatakan bahwa dampak menyusui ternyata lebih besar pada kesehatan perempuan, dibandingkan untuk kesehatan bayi. Kematian dini pada perempuan yang menyusui, menurut hasil penelitian ini, secara signifikan lebih sedikit dibandingkan ibu-ibu yang tidak pernah menyusui.

Dilaporkan bahwa ada setidaknya 3.340 kematian prematur pada perempuan dan anak-anak di Amerika Seriakt setiap tahunnya akibat menyusui yang tidak optimal, yakni kurang dari enam bulan (ASI eksklusif). Mayoritas penyebab kematian disebabkan oleh serangan jantung, diabetes, dan sindrom kematian bayi mendadak, di masa menyusui.

Menyusui adalah hadiah paling indah untuk ibu dan bayinya. Perempuan akan merasakan kebahagiaan penuh dan ikatan emosional yang erat dengan si Kecil saat menyusui. Perasaan bahagia ini akan memicu pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin akan menghasilkan rasa damai dan rileks sehingga ibu dapat fokus dalam merawat bayinya. Sedangkan hormon oksitosin akan meningkatkan rasa cinta dan ikatan kuat antara ibu dan bayi.

Di luar kepuasan emosional, inilah beberapa manfaat kesehatan untuk para ibu dengan menyusui: 

• Ibu yang menyusui akan pulih lebih cepat paska melahirkan. Hormon oksitosin, yang dilepaskan selama menyusui, akan membuat rahim lebih cepat kembali ke ukuran semula dan mengurangi risiko perdarahan postpartum.

• Studi menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui memiliki penurunan risiko kanker payudara dan kanker ovarium di kemudian hari.

• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, artritis rematoid, dan penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

• ASI eksklusif menunda menstruasi sehingga dapat sebagai bentuk kontrasepsi alami. Asalkan bayi tetap diberikan ASI siang dan malam sampai bayi berumur enam bulan.

Oleh karena itu bagi calon ibu, yakinkan diri bahwa Anda dapat memberikan ASI ekslusif. Beberapa alasan ibu tidak dapat memberikan ASI di antaranya tidak dihasilkan ASI yang cukup. Di dunia ini hanya 1-5%  ibu melahirkan tidak mampu menghasilkan ASI yang cukup. Tetapi inipun masih menjadi perdebatan karena sulit untuk menentukan berapa banyak ASI dikatakan 'cukup'. Meskipun ada beberapa perempuan yang tidak bisa menghasilkan ASI sama sekali, namun amat sangat jarang. Umumnya karena kondisi medis yang langka seperti kekurangan kelenjar di payudara, kanker payudara, sindrom payudara hipoplasia, dan sebagainya.

 

Referensi:

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/P...

http://www.businessinsider.com/breastfeeding-may-help-womens-health-2016...

https://www.breastfeedingbasics.com/articles/when-breastfeeding-doesnt-w...

 

WIDPAC0816118/10