Skip directly to content

Bagaimana Mendeteksi Disfungsi Ereksi Secara Dini?

02/10/20

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan persisten untuk mencapai atau mempertahankan kekerasan ereksi yang memadai untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan. Disfungsi ereksi dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikososial, serta dapat memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup pria dan pasangannya. Di sisi yang lain, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa Disfungsi Ereksi dapat merupakan manifestasi awal dari penyakit kardiovaskular. Dengan demikian, keberadaan disfungsi ereksi merupakan indikator peringatan yang penting terhadap risiko penyakit kardiovaskular yang mendasarinya1.

Dalam suatu studi yang dilakukan di 8 negara disebutkan bahwa secara umum, prevalensi pria yang mengalami disfungsi ereksi sebesar 16%. Namun demikian, pria dengan penyakit penyerta tertentu memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita disfungsi ereksi. Berdasarkan hasil studi tersebut disfungsi ereksi diderita oleh 31% pria dengan penyakit kardiovaskular, 26% pria dengan hipertensi dan 26% pria dengan kolesterol tinggi2. Dalam suatu studi yang lain, disebutkan bahwa prevalensi disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes bahkan mencapai 52.5%3.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, deteksi disfungsi ereksi secara dini menjadi hal yang penting. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mengetahui apakah Anda mengalami disfungsi ereksi atau tidak. Diantaranya, adalah dengan menggunakan kuesioner Sexual Health Inventory for Men (SHIM) dan Erection Hardness Score (EHS)4,5.

KUESIONER SHIM4

Kuesioner SHIM adalah serangkaian pertanyaan dengan skor tertentu yang dirancang untuk membantu Anda dan Dokter Anda mengidentifikasi apakah Anda mungkin mengalami disfungsi ereksi. Kuesioner ini bahkan memungkinkan untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi disfungsi ereksi yang dialami. Pertanyaan dalam kuesioner tersebut adalah sebagai berikut:

Setelah menjawab kelima pertanyaan tersebut, jumlahkan skor jawaban Anda, lalu lihat interpretasi hasilnya pada tabel dibawah ini:

Skor:

  • 22 – 25 : Tidak terjadi disfungsi ereksi
  • 17 – 21 : Disfungsi ereksi ringan
  • 12 – 16 : Disfungsi ereksi ringan – sedang
  • 8 – 11 : Disfungsi ereksi sedang
  • 5 – 7 : Disfungsi ereksi berat

ERECTION HARDNESS SCORE (EHS)5

Selain kuesioner SHIM, disfungsi ereksi juga dapat dideteksi melalui Erection Hardness Score (EHS). EHS dikembangkan pada tahun 1998 untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi berdasarkan hasil observasi mandiri. Menurut EHS, kekerasan ereksi penis terbagi dalam empat derajat atau tingkatan, yaitu:

Singapore’s Society for Men’s Health mengusulkan skala kekerasan ereksi yang dianalogikan dengan kekerasan empat jenis makanan. Analogi tersebut untuk memudahkan para pria menilai sendiri tingkat kekerasan ereksinya. Tingkat kekerasan ereksi tersebut, mulai dari yang paling tidak keras hingga yang paling keras, yaitu6

Kuesioner SHIM dan Erection Hardness Score (EHS) dapat membantu Anda untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya kondisi disfungsi ereksi. Jangan biarkan permasalahan ereksi menghalangi Anda mendapatkan pengalaman seksual yang lebih memuaskan. Disfungsi ereksi dapat ditangani secara medis. Segeralah konsultasikan kepada Dokter Anda apabila Anda mengalami kondisi tersebut. 

Referensi:

  1. Hatzimouratidis K, et al. Guidelines on male sexual dysfunction: erectile dysfunction and premature ejaculation. Eur Urol. 2010;57(5):804-14.
  2. Rosen RC, et al. The multinational Men’s Attitudes to Life Events and Sexuality (MALES) study: I. Prevalence of erectile dysfunction and related health concerns in the general population. Curr Med Res Opin. 2004;20(5):607-17.
  3. Kouidrat Y, et al. High prevalence of erectile dysfunction in diabetes: a systematic review and meta-analysis of 145 studies. Diabetic Med. 2017;34(9):1185-92.
  4. Cappelleri JC, Rosen RC. The Sexual Health Inventory for Men (SHIM): a 5-year review of research and clinical experience. Int J Impot Res. 2005;17(4):307-19.
  5. Goldstein I, et al. The erection hardness score and its relationship to successful sexual intercourse. J Sex Med. 2008;5(10):2374-80.
  6. Gentlemen, rate yourselves: cucumber or banana? Reuters 2007. https://www.reuters.com/article/us-erections/gentlemen-rate-yourselves-cucumber-or-banana-idUSSIN2671420070424. Accessed on 4 September 2020.

GCMA Code No.: PP-VIA-IDN-0075-SEP-2020 

Artikel ini disponsori oleh: