Skip directly to content

Batuk Biasa atau Pneumonia?

12/06/17

 

Gangguan kesehatan yang kerap dialami si Kecil adalah batuk pilek. Gejala ini seringkali menjadi alasan orangtua membawa anak mengunjungi tempat praktik dokter. Batuk pada anak memang dapat meresahkan, terutama jika berlangsung lebih dari satu minggu, mengingat ada banyak sekali faktor penyebab batuk. Batuk pada anak pada dasarnya hanyalah salah satu gejala infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan alergi, iritasi, atau infeksi.

Tidak semua batuk harus diobati, terutama batuk karena virus yang dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, ada batuk yang harus diwaspadai karena merupakan gejala infeksi berat. Salah satunya pneumonia. Pneumonia adalah salah satu jenis infeksi paru yang dapat disebabkan virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia yang berbahaya adalah yang disebabkan bakteri, terutama dari golongan Streptococcus pneumonia atau Haemophilus influenzae type b (Hib).

Batuk karena pneumonia yang disebabkan bakteri umumnya disertai gejala demam dengan napas cepat. Bahkan napas cepat ini sudah hampir pasti menjadi gejala pneumonia, meskipun si Kecil tidak batuk maupun demam. Napas cepat menjadi tanda si anak kesulitan mengambil oksigen karena paru-parunya tertutup lendir. Pada kondisi berat bahkan ada tarikan otot dada ke dalam karena di Kecil berusaha keras mengambil udara. Jika ini yang terjadi maka tidak perlu menunggu untuk membawa si Kecil ke dokter.

Saat ini pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak di dunia. Diperkirakan setiap 20 detik ada satu anak meninggal karena pneumonia. 98% kasus pneumonia pada anak terjadi di negara miskin dan berkembang. Anak-anak rentan mengalami pneumonia karena daya tahan tubuh mereka masih rentan. Bakteri penyebab pneumonia sebenarnya hidup sebagai bagian dari flora normal di tubuh manusia, terutama di tenggorokan. Tetapi pada anak dengan sistem kekebalan tubuh rendah dan kurang gizi, bakteri ini dapat menyebabkan penyakit.

Anak-anak yang terjangkit pneumonia karena bakteri, umumnya memiliki gejala penyakit yang cepat memburuk. Batuk dengan cepat diikuti napas cepat dan demam. Berbeda dengan pneumonia akibat virus yang biasanya berlangsung lebih lambat dan gejalanya tidak berat atau fatal.

Dengan terapi tepat, pneumonia akibat bakteri dapat disembuhkan asalkan tidak terlambat dibawa ke rumah sakit. Dengan antibiotik, pneumonia bakteri dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu.

Mengingat virus maupun bakteri penyebab pneumonia ada di sekitar kita dan sangat mudah menular, maka tidak ada jaminan di Kecil akan kembali terjangkit di masa depan. Maka langkah paling baik adalah mencegah dengan pemberian gizi yang baik, menjaga kebersihan lingkungan, memberikan ASI eksklusif, dan memberikan imuninasi lengkap. Beberapa vaksin ada yang khusus untuk mencegah pneumonia, yakni vaksin Hib dan vaksin pneumokokus. Vaksinasi pneumonia diberikan mulai usia 2 bulan.

 

Referensi:

http://kidshealth.org/en/parents/pneumonia.html

http://www.everydayhealth.com/pneumonia/guide/children/

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/

PP-CPF-IDN-0040-AUG-2018