Skip directly to content

Cara Tepat Membatasi Asupan Kolesterol

13/06/17

 

Kolesterol tinggi adalah kondisi yang dialami jutaan orang di seluruh dunia. Mereka inilah yang paling dipusingkan dengan diet sehari-hari. Mereka dituntut menjaga dan memilih jenis makanan yang tidak berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Dulu, banyak pedoman diet internasional merekomendasikan untuk membatasi konsumsi harian diet kolesterol maksimal 300 miligram (mg) saja. Tetapi sejak tahun 2015, rekomendasi tersebut tidak lagi digunakan. Bukti-bukti penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol tinggi tidak disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung kolesterol berlebihan.

Alasan mengapa batas kadar kolesterol dalam diet dihapuskan adalah persentase kolesterol dalam darah yang didapatkan dari makanan rupanya sangat kecil. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kolesterol yang kita makan tidak secara signifikan mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Diet kolesterol diutamakan hanya pada seseorang yang sudah memiliki kolesterol tinggi. Dengan menurunkan konsumsi makanan yang kaya kolesterol, maka ada kemungkinan kadar kolesterol dalam darah menurun, meskipun hanya 10 sampai 20 persen. Diet rendah kolesterol juga tidak lagi diutamakan karena dapat mengakibatkan peningkatan produksi kolesterol di hati  sehingga mungkin tidak efektif dalam menjaga kadar kolesterol darah.

Intinya, tanpa harus mati-matian menjaga asupan diet kita, tubuh memiliki mekanisme untuk menyeimbangkan kadar kolesterol agar tetap normal. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol, otomatis hati akan memproduksi kolesterol lebih sedikit, dan sebaliknya. Kadar kolesterol tubuh kita 80% diproduksi di hati, dan hanya 20% yang dipengaruhi oleh diet kita.

Pilih Lemak Sehat

Meskipun begitu, tidak berarti kita boleh makan makanan tinggi kolesterol sebanyak-banyaknya tanpa aturan. Mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol diperbolehkan bahkan dianjurkan, hanya jumlahnya dibatasi.  Hal ini karena tubuh kita memerlukan kolesterol untuk memproduksi hormon, vitamin D, asam empedu, yang membantu pencernaan.

Penting untuk diingat bahwa pada makanan tinggi kolesterol, seperti daging berlemak dan susu, yang kita hindari bukan kolesterolnya namun kandungan lemak jenuhnya. Pedoman Food and Drug Administration merekomendasikan bahwa asupan lemak jenuh harus kurang dari 10 persen dari kebutuhan kalori sehari-hari.

Mengkonsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL. LDL adalah kolesterol "jahat" yang dapat  menyebabkan pembentukan plak yang menyumbat arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Untuk menjaga kadar kolesterol darah tetap normal, kita dapat memilih jenis lemak yang baik seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan. Lemak jenis ini sangat baik membantu menurunkan kadar koelsterol LDL.

Jenis lemak yang harus dihindari adalah lemak trans atau asam lemak trans yang ditemukan pada banyak makanan olahan. Lemak trans tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol LDL, tetapi juga menurunkan tingkat kolesterol “baik” HDL. HDL membantu membawa kolesterol LDL ke hati, untuk dihancurkan. Jadi, makan lemak tidak selalu buruk asalkan lemak yang sehat.

 

Referensi:

http://www.everydayhealth.com/columns/paging-dr-gupta/what-do-i-need-to-know-about-my-diet-and-cholesterol/

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/cholesterol/art-20045192

 

PP-CPF-IDN-0029-AUG-2018