Skip directly to content

Crohn’s Disease, Penyakit Langka Saluran Cerna

13/06/17

 

Crohn’s Disease atau Penyakit Chron dinamai dari penemunya Dr Burrill B. Crohn, yang pertama kali menjelaskan penyakit ini pada tahun 1932 bersama dengan rekan Dr Leon Ginzburg dan Dr. Gordon D. Oppenheimer. Penyakit Crohn adalah penyakit yang masuk pada kelompok Penyakit  Peradangan Usus atau  Inflammatory Bowel Diseases (IBD).  Penyakit Crohn adalah suatu  kondisi peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Meskipun sama-sama masuk dalam kelompok IBD, Penyakit Crohn tidak sama dengan kolitis ulseratif. Gejala kedua penyakit ini memang mirip, tetapi daerah di saluran pencernaan yang terkena dampak berbeda. Penyakit Crohn lebih sering terjadi di bagian akhir usus kecil (ileum) dan awal usus besar, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat mempengaruhi semua bagian saluran cerna mulai dari mulut sampai ke anus. Sedangkan kolitis ulseratif hanya terjadi di usus besar saja. Penyakit Crohn juga dapat mempengaruhi seluruh bagian dinding usus, sedangkan kolitis ulseratif  hanya melibatkan lapisan terdalam dari usus besar.

Karena Penyakit Crohn dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan, maka gejalanya sangat bervariasi untuk masing-masing pasien. Gejala Penyakit Crohn meliputi gejala yang umum dijumpai akibat peradangan saluran pencernaan, di antaranya diare persisten (terus menerus), perdarahan rektum, buang air besar mendesak, kram atau nyeri perut, atau bahkan sembelit. Gejala lain yang dapat menyertai adalah demam, berat badan turun, kelelahan, keringat malam, dan gangguan siklus menstruasi yang normal.

Diagnosis Penyakit Crohn tidak mudah. Dengan hanya melihat  gejala saja, belum bisa langsung dikatakan seseorang mengalami Penyakit Crohn. Melalui serangkaian tes yang akurat oleh dokter baru dapat dibuat diagnosis. Ciri khas Penyakit Crohn adalah penderita sering mengalami kehilangan nafsu makan sehingga berat badannya turun, serta kelelahan dan seolah tidak bertenaga. Jika terjadi pada anak-anak maka dapat mengganggu proses tumbuh kembang.

Crohn adalah penyakit kronis, artinya pada suatu saat pasien mengalami gejala yang berat, dan kemudian ada periode remisi ketika pasien tidak mengalami gejala sama sekali. Pada kasus yang berat, Penyakit Crohn dapat menimbulkan celah pada lapisan anus, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan, terutama saat buang air besar. Peradangan kronis juga dapat menyebabkan fistula yaitu saluran tidak normal menghubungkan usus ke organ lain termasuk ke kandung kemih, vagina, atau kulit. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Crohn Disease termasuk penyakit langka. Di Amerika hanya sekitar 780.000 orang yang terdiagnosis, pada pria maupun wanita di semua rentang usia. Tetapi penyakit Crohn paling sering menimpa usia 15 – 35 tahun.

Sampai saat ini penyebab Penyakit Crohn tidak diketahui. Diet dan stres dapat memperburuk penyakit ini. Namun Penyakit Crohn cenderung menurun dalam keluarga, sehingga jika ada kerabat dekat memiliki penyakit ini, maka ada peluang anggota keluarga lain dapat memiliki peningkatan risiko. Risiko juga meningkat pada penderita IBD.

Lingkungan tempat tinggal juga ikut berperan. Penyakit Crohn lebih umum ditemui di negara-negara maju dibandingkan negara-negara berkembang, dan lebih banyak menimpa penduduk perkotaan.

 

Referensi:

http://www.ccfa.org/what-are-crohns-and-colitis/what-is-crohns-disease/?referrer=https://www.google.co.id/

http://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/crohns-disease/news/20161014/study-identifies-genetic-subtypes-of-crohns-disease

 

PP-CPF-IDN-0034-AUG-2018