Skip directly to content

Empat Cara Mengatasi Depresi karena Nyeri Kronis

13/06/17

 

Hidup dengan merasakan nyeri berkepanjangan, atau nyeri kronis, merupakan beban yang luar biasa dan tidak jarang penderitanya mengalami depresi. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Depresi sama sekali tidak membantu bahkan memperparah rasa nyeri. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri kronis dan depresi adalah dua masalah kesehatan yang paling umum dihadapi para dokter di klinik.

Depresi mayor ditemukan empat kali lebih sering pada orang yang mengalami nyeri punggung kronis dibandingkan orang yang sehat. Depresi dapat mempengaruhi frekuensi dan intensitas gejala nyeri, dan tingkat kesembuhan. Nyeri kronis adalah rasa sakit yang terus menerus dirasakan, lebih dari 3 sampai 6 bulan. Untuk nyeri kronis yang tidak terkait dengan kanker, penyebab utama adalah sakit punggung, sakit leher, dan sakit kepala dengan berbagai jenis penyebabnya.

Penderita semua jenis nyeri punggung kronis atau nyeri leher, penting menyadari risiko depresi, dengan mengenali gejala-gejalanya. Ada 4 langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah depresi

Kenali sejak dini gejala depresi jika menderita nyeri kronis

Bahkan dokter pun tidak terbiasa menanyakan pada pasiennya tentang gejala depresi pada pasien nyeri. Maka pasien diharapkan berbicara dengan seorang dokter tentang gejala depresi ketika nyeri akut mulai mengarah menjadi nyeri kronis. Pasien bisa mengingatkan dokter untuk mempertimbangkan pengobatan nyeri sekaligus depresi Ada pasien yang lebih rentan terhadap tanda-tanda depresi dan stres, terutama mereka yang memiliki riwayat depresi klinis. Pasien inilah yang harus mewaspadai kemungkinan depresi jika memiliki nyeri kronis.

 Mengidentifikasi pemicu stres yang dapat meningkatkan rasa nyeri kronis.

Mengidentifikasi faktor yang memicu  stres atau faktor pemicu emosional yang mempengaruhi rasa nyeri adalah langkah penting dalam membantu mengelola rasa nyeri setidaknya sebagian dengan menghindari atau menghilangkan pemicu stres tersebut. Sebagai contoh, hanya persoalan macet di jalan jika memang seseorang tidak mampu mengendalikan emosinya, dapat meningkatkan rasa nyeri. Perlu ada strategi perilaku misalnya mengubah waktu pertemuan, atau santai terlebih dahulu sebelum mulai perjalanan. Intinya  manajemen waktu dapat efektif mengatasi nyeri.

Komunikasikan semua hal yang berkaitan dengan gejala depresi.

Depresi dan reaksi emosional terhadap rasa nyeri kronis dapat dimengerti oleh sebagian klinisi. Maka ceritakan pada dokter mereka tentang gejala depresi yang dialami. Masalah nyeri kronis, berkaitan dengan hilangnya kemampuan untuk melakukan kegiatan favorit sehari-hari, hubungan dengan keluarga terganggu, stres masalah keuangan, atau kehilangan pekerjaan. Hal ini menjadi kontribusi hadirnya perasaan putus asa dan depresi. Maka bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Cobalah meminta opini dari dokter lain

Tim multidisiplin dari berbagai spesialis kedokteran akan sangat membantu pasien mengatasi nyeri kronis yang diderita. Nyeri kronis tidak hanya masalah fisik melainkan melibatkan masalah emosi dan psikologis. Dokter spesialis daraf atau penyakit dalam misalnya, terbatas pada mengenali gejala nyeri secara fisik, sedangkan masalah emosi dan stres yang dirasakan pasien dapat dikonsultasikan dengan psikiatri.

 

Referensi:

http://www.spine-health.com/conditions/depression/4-tips-help-cope-chronic-pain-and-depression

http://www.spine-health.com/conditions/depression/depression-and-chronic-back-pain

http://www.webmd.com/depression/guide/depression-chronic-pain

 

WIDPAC0816103/08