Skip directly to content

Fibrosis Payudara, Apakah Berbahaya?

18/07/17

 

Perempuan mesti waspada jika menemukan jaringan yang tidak biasa di payudara. Benjolan pada payudara adalah kelainan yang harus segera dikonfirmasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, apakah benjolan tersebut merupakan penyakit keganasan (kanker). Meskipun tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker, bahkan hanya 1 dari 10 benjolan yang terbukti merupakan jaringan kanker, namun mewaspadai sedini mungkin adalah pilihan paling bijaksana.

Salah satu kelainan pada jaringan payudara yang bukan merupakan penyakit kanker adalah fibrosis. Fibrosis atau sering disebut fibrokistik, adalah terbentuknya jaringan ikat yang berlebihan, umumnya terbentuk akibat peradangan. Fibrosis di dunia kedokteran tidak dikategorikan sebagai penyakit karena fibrokistik payudara memang hanya akibat dari  perubahan jaringan payudara yang dianggap normal.

Perubahan jaringan payudara dapat dipengaruhi oleh hormon. Gejala yang dirasakan adalah pembengkakan atau ada semacam benjolan yang terasa kenyal, padat, dan keras ketika disentuh. Masalah ini terjadi pada perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Sebagian besar perempuan penderita fibrokistik tidak memiliki gejala, namun sebagian merasakan nyeri terutama menjelang atau selama menstruasi.

Fibrosis payudara tidak meningkatkan risiko kanker. Meskipun begitu, seorang perempuan usia antara 50-74 tahun tetap harus menjalani pemeriksaan rutin payudara minimal setiap dua tahun sekali. Fibrosis tidak memerlukan terapi pembedahan. Untuk mengurangi nyeri dan tidak nyaman dapat diobati dengan parasetamol atau ibuprofen.

 

Referensi:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibrocystic-breasts/home/ovc-20194898

http://www.healthline.com/health/fibrocystic-breast-disease

 

PP-CPF-IDN-0064-AUG-2018