Skip directly to content

Gangguan Mental Sama Mematikan dengan Penyakit Jantung

18/07/17

 

Penyakit kejiwaan atau gangggun mental kerap kali tidak dianggap sebagai penyakit serius. Penderitanya kerap tidak mendapatkan terapi sebagaimana mestinya dan dibiarkan hidup dengan stigma negatif yang melekat seumur hidup. Padahal, angka kematian akibat gangguan jiwa sama tingginya dengan penyakit jantung.

Data yang diambil dari penelitian Global Burden of Disease (GBD) menunjukkan setidaknya 8,5 juta penderita gangguan perilaku dan mental di dunia meninggal dini setiap tahun. Lebih dari tiga perempat kematian disebabkan karena penyalahgunaan obat-obatan. Biasanya, penyalahgunaan obat-obatan dan gangguan mental hadir bersamaan dan saling memperburuk kondisi, dan mendorong risiko kematian akibat bunuh diri.

Penelitian yang dilakukan di Jerman belum lama ini menyatakan bahwa depresi memiliki posisi yang sama tingginya dengan kolesterol tinggi dan obesitas, sebagai penyebab serangan jantung. Namun gangguan jiwa sampai saat ini tidak dimasukkan sebagai salah satu faktor penyakit jantung.

Dalam penelitian ini, depresi yang dimaksud termasuk gangguan kecemasan, gangguan mood, dan kelelahan hebat karena depresi. Gangguan mental ternyata menyumbang 15 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular, tidak jauh beda dengan kolesterol tinggi dan obesitas yang menyumbang penyakit kardiovaskular sebesar 8-21 persen. Bahkan diabetes saja hanya menyumbang 5 persen kematian akibat penyakit jantung.

Sebagai penyebab penyakit jantung, gangguan mental hanya kalah dengan merokok dan tekanan darah tinggi. Merokok menyebabkan 17 - 20 persen dan hipertensi menyebabkan 30 - 34 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa penderita gangguan mental ini memiliki beban ganda penyebab kematian. Mereka dapat meninggal karena “penyebab alamiah” seperti penyakit jantung, atau meninggal karena “penyebab tidak alamiah” yaitu bunuh diri atau cedera. Maka tidak mengherankan bukan jika angka kematian akibat gangguan mental ini sangat besar. Para pakar sepakat, penting untuk mendeteksi gangguan mental sejak dini mengingat dampaknya sebagai penyebab kematian dini.

 

Referensi:

http://www.counselheal.com/articles/31776/20170130/depression-linked-to-cardiovascular-deaths-mental-health-problem-as-deadly-as-high-cholesterol.htm

https://www.nimh.nih.gov/about/directors/thomas-insel/blog/2015/mortality-and-mental-disorders.shtml

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4102288/

 

PP-CPF-IDN-0069-AUG-2018