Skip directly to content

Hati-hati, Kolesterol Tinggi Tingkatkan Risiko Stroke

07/06/17

Kompas.com, menu Health, 1 Maret 2016

JAKARTA, KOMPAS.com - Stroke merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia dan menyebabkan kematian. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, pasien stroke mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Umumnya, masyarakat mengenal stroke sebagai penyakit yang dipicu oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Padahal, selain hipertensi, tingginya kadar Kolesterol juga menjadi faktor risiko hipertensi.

"Semakin tinggi Kolesterol, makin tinggi risiko terkena stroke. Kolesterol jahat yang tinggi bisa jadi pencetus stroke," ujar dokter spesialis saraf Mursyid Bustami dalam acara Pfizer Press Circle di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Kolesterol yang dimaksud adalah Low Density Lipoprotein (LDL) atau Kolesterol jahat. Tingginya LDL, bisa menyebabkan penumpukkan plak-plak di pembuluh darah di otak. Jika plak menutup pembuluh darah, maka akan terjadi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang disebut aterosklerosis.

"LDL ini yang teroksidasi bisa menyelip di dinding pembuluh darah. Makin lama dindingnya menebal. Kalau penyempitan pembuluh darah di bawah 50 persen, aliran darah masih bagus," terang Mursyid.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini menjelaskan, pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan suplai oksigen dan nutrien ke otak terganggu, sehingga terjadilah stroke. Jika sudah terjadi stroke, pasien bisa mengalami cacat atau lumpuh, karena kerusakan saraf.