Skip directly to content

Hipertensi Pulmonal, Hipertensi di Pembuluh Darah Paru

18/07/17

 

Hipertensi Pulmonal masih terdengar asing di telinga masyarakat awam. Umumnya orang mengenal hipertensi sebagai gangguan tekanan darah di mana tekanan darah sistolik maupun diastolik tinggi, di atas batas normal (≥ 140/90 mmHg). Ada satu jenis hipertensi disebut hipertensi pulmonal, yaitu tekanan darah tinggi yang ditemukan pada pembuluh darah arteri paru dan di jantung sebelah kanan.

Pada organ paru ada pembuluh darah arteri kecil yang disebut arteriola pulmonal dan cabang-cabang kapilernya. Ketika pembuluh darah ini mengalami penyumbatan atau menyempit bahkan rusak, maka terjadilah hipertensi pulmonal.  Hal ini karena aliran darah menuju paru terhambat sehingga ada peningkatan tekanan di pembuluh darah yang menuju ke paru.

Jantung adalah sebuah pompa yang memiliki empat bilik/rongga. Dua serambi yang terletak di atas jantung disebut atrium, dan dua bilik yang terletak di bawah jantung disebut ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika terjadi hipertensi pulmonal, maka ventrikel kanan akan bekerja lebih keras memompa darah ke paru dan jika hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan otot jantung melemah dan pada akhirnya gagal memompa darah.

Gejala hipertensi pulmonal yang paling jelas adalah sesak napas atau napas pendek, umumnya ketika sedang beraktivitas. Selain itu penderita umumnya merasakan lelah, kesadaran menurun, nyeri dada, bengkak di kaki dan tangan, warna bibir membiru dan detak jantung meningkat.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pulmonal dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu : hipertensi pulmonal idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya, hipertensi pulmonal yang disebabkan kerusakan katup jantung sebelah kiri atau karena kerusakan pada ventrikel kiri jantung. Ada juga hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau fibrosis paru, hipertensi pulmonal karena gangguan pembekuan darah kronik di paru dan hipertensi pulmonal yang disebabkan penyakit lain, misalnya tumor, gangguan metabolisme dan sebagainya.

Hipertensi pulmonal dapat menyebabkan gangguan pada jantung mulai dari gangguan irama jantung hingga gagal jantung. Sayangnya kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang diberikan sebatas pada mencegah kondisi semakin memburuk dan menghilangkan gejala saja.

Jika penyebabnya adalah penyakit tertentu, maka dokter akan mengobati penyakit tersebut terlebih dahulu. Meskipun begitu, pengobatan tetap penting untuk menghilangkan gejala. Obat-obatan yang digunakan di antaranya obat untuk melebarkan pembuluh darah atau disebut vasodilator. Obat ini akan membuka pembuluh darah yang menyempit di paru. Obat-obatan lain yang dapat diberikan adalah obat hipertensi dari golongan calcium channel blockers, atau obat sildenafil dan tadalafil karena obat-obatan ini bekerja untuk membuka pembuluh darah arteri paru yang terhambat. Kasus yang berat ditangani dengan operasi atau transplantasi jantung.

Referensi:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-hypertension/home/ovc-20197480

 

WIDPAC0817149/02