Skip directly to content

Hipnosis, Mengendalikan Nyeri Pasien Kanker Tahap Akhir

13/06/17

 

Pasien kanker tahap akhir, seringkali meninggal dalam kesakitan akibat penyakitnya. Dalam beberapa tahun terakhir mulai gencar dikembangkan metode penanggulangan nyeri pada pasien kanker sehingga di masa akhir hidup mereka, pasien kanker stadium lanjut meninggal dengan damai. Pendekatan ini dikenal dengan istilah terapi paliatif.

Di beberapa negara maju, pasien-pasien kanker cenderung memilih mengakhiri hidup dengan dikelilingi keluarga mereka di rumah, dan hanya mendapatkan perawatan untuk nyeri mereka. Dalam perawatan paliatif ini tugas dokter atau perawat yang secara khusus dipanggil ke rumah, adalah mengendalikan nyeri pasien.

Ada banyak cara mengendalikan nyeri pasien kanker tahap akhir. Untuk mengurangi nyeri pasien kanker, umumnya pasien diberikan obat anti nyeri yang kuat seperti morfin dengan segala bentuknya, baik suntikan maupun obat minum. Penggunaan morfin untuk nyeri pasien kanker sudah menjadi salah satu standar perawatan. Metode lain adalah dengan melakukan tindakan pada saraf pasien untuk menghambat sinyal nyeri.

Ada satu lagi metode pengendalian nyeri pasien kanker tahap akhir yaitu hipnosis. Laporan dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bukti-bukti bahwa hipnosis cukup efektif meredakan nyeri kronik pasien, termasuk keluhan-keluhan yang sering dialami pasien seperti gangguan pencernaan dan nyeri kepala. 

Hipnosis klinis ini sudah diakui WHO sebagai salah satu perawatan paliatif, karena selain mengendalikan nyeri juga bermanfaat mengurangi kecemasan dan depresi pasien serta gejala seperti lelah, mual dan gangguan tidur. Dari gambaran otak pasien yang dihipnosis, terlihat hipnosis memengaruhi semua area kortikal dan neurofisiologikal di dalam otak yang berperan dalam proses hadirnya nyeri dan emosi.

Neurofisiologis merupakan ilmu yang mempelajari proses dari pusat saraf otak ke seluruh bagian tubuh lain mulai dari perhatian, kognitif dan monitoring, serta berperan penting dalam merespon sugesti-sugesti tentang nyeri. Hasil-hasil penelitian menunjukkan efek analgesik hipnotis lebih kuat dibandingkan perawatan standar lainnya misalnya terapi fisik atau edukasi.

 

Referensi:

http://www.globaltimes.cn/content/1022001.shtml

http://www.psychiatryadvisor.com/therapies/clinical-hypnosis-in-palliative-care/article/577035/

 

PP-CPF-IDN-0046-AUG-2018