Skip directly to content

Imunoterapi Harapan Baru Pengobatan Kanker

01/06/17

 

Perang terhadap kanker yang sesungguhnya dimulai sejak Presiden Amerika Serikat Richard Nixon merancang program riset terhadap kanker secara besar-besaran di tahun 1971. Kini, 40 tahun kemudian, hampir belum ada perkembangan berarti, bahkan kanker masih menjadi penyebab kematian utama di dunia. Meskipun begitu, kemajuan teknologi di bidang pengobatan kanker sudah sangat berkembang.

Pada dasarnya, terapi untuk sebagian besar jenis kanker meliputi pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Sejak tahun 1990 mulai dikenal terapi target, yakni terapi yang hanya menyerang sel kanker saja, sehingga efek samping yang ditakutkan dari kemoterapi lebih sedikit terjadi. Namun, kematian akibat kanker tetap saja tinggi.

Maka di awal tahun 2000-an, ilmuwan mulai mengembangkan konsep terapi baru untuk kanker, yakni imunoterapi. Konsep dari imunoterapi adalah memberdayakan sistem kekebalan tubuh pasien agar lebih kuat melawan kanker di tubuhnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam imunoterapi. Pertama, membuat sistem imun tubuh yang sudah ada menjadi lebih kuat sehingga mampu membunuh sel-sel kanker. Kedua, menambahkan komponen baru pada sistem imun dengan merekayasa sel-sel imun ini yang intinya sama, agar mereka lebih kuat melawan sel-sel kanker.

Imunoterapi saat ini menjadi harapan baru penderita kanker, karena dari beberapa obat yang sudah dikembangkan dengan konsep imunoterapi, hasilnya sangat baik. Untuk memahami tentang imunoterapi ini, ada baiknya dipahami terlebih dahulu tentang sistem imun pada manusia khususnya saat berhadapan dengan kanker.

Sistem imun tubuh manusia merupakan suatu sistem yang besar, meliputi organ, dan terutama sel-sel imun dan substansi lain yang melindungi tubuh dari setiap jenis infeksi dan penyakit. Mereka ibarat tentara yang berkeliling ke seluruh tubuh untuk membasmi kuman penyebab infeksi, termasuk membasmi sel-sel yang tidak normal pertumbuhannya, yakni kanker.

Tetapi ada kalanya, sistem imun tidak berdaya melawan kanker. Dengan kata lain, ketika berhadapan dengan kanker, sistem imun tubuh memiliki keterbatasan, di mana sistem imun tidak mengenali kanker sebagai susbtansi asing yang harus dibasmi karena sifatnya yang mirip dengan sel normal. Di samping itu, karena sel-sel kanker ini tumbuh tidak terkendali dan memiliki cara menghindar dari sergapan sistem imun.

Untuk membuat sel imun dapat mengenali dan kemudian melawan sel kanker, maka dicari sebuah cara yakni dengan memperkuat sel-sel imun dan dilatih agar mereka dapat mengenali sel kanker yang “pintar”.

Melalui penelitian bertahun-tahun akhirnya saat ini sudah dikenal beberapa jenis imunoterapi untuk kanker, di antaranya:

  • Antibodi monoklonal : Dibuat dari protein tertentu dari sistem imun manusia. Antibodi adalah senjata ampuh melawan kanker, karena memang dibuat untuk menyerang bagian tertentu dari sel kanker yang berperan penting pertumbuhannya.
  • Penghambat “Checkpoint” imun : Obat ini pada dasarnya membantu sistem imun sehingga ia dapat mengenali sel kanker dan menyerangnya.
  • Vaksin kanker : Vaksin ini sama saja sistem kerjanya dengan vaksin pada umumnya, yaitu memasukkan protein tertentu dari sel kanker sehingga sel imun dapat mengenalinya sebagai benda asing dan dapat menyerang sel kanker tersebut.
  • Imunoterapi lain yang tidak spesifik: Obat-obatan kategori ini dibuat untuk menguatkan sistem imun sehingga mampu memberikan perlawanan pada sel-sel kanker.

 

Referensi:

http://time.com/4482638/a-new-cancer-immunotherapy-leads-to-remissions/

http://www.cancer.org/treatment/treatmentsandsideeffects/treatmenttypes/immunotherapy/immunotherapy-toc

http://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/immunotherapy

 

WIDPAC0816111/09