Skip directly to content

Inilah 8 Cara Salah Menurunkan Berat Badan

05/08/17

 

Perempuan dengan kelebihan berat badan atau obesitas adalah obyek yang sangat diburu untuk ditawarkan berbagai produk penurun berat badan. Bagi yang terobsesi menjadi langsing dengan cepat, apapun akan dilakukan termasuk membeli alat-alat kesehatan dan suplemen diet, yang belum tentu efektif menurunkan berat badan.

Menurunkan berat badan bukan hal mudah dan tidak bisa instan. Tetapi umumnya penderita obesitas yang putus asa akan melakukan apa saja agar berat badannya turun banyak dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hal ini sangat berbahaya.

Penurunan berat badan yang direkomendasikan adalah hanya 0,5 – 1 kg per minggu. Meskipun akan sangat lama prosesanya, namun penurunan bertahap ini akan membuat berat badan ideal kelak dapat bertahan lama. 0,45 kg atau setengah kilogram berat badan yang turun adalah berat dari lemak seberat 3.500 kalori. Sehingga untuk menurunkan setengah kilogram berat badan, setidaknya dibutuhkan pembakaran 500 kalori lebih banyak dari total kalori yang dimakan setiap hari (500 kalori x t hari = 3.500 kalori).

Penurunan berat badan yang sangat cepat bisa jadi bukan lemak yang berkurang tetapi kadar air bahkan jaringan lunak dalam tubuh. Hal ini karena tidak mudah membakar lemak dalam waktu singkat. Meski begitu, menurunkan berat badan dengan cepat bukan dilarang sama sekali, asalkan dengan cara yang benar. Diet ekstrem tidak direkomendasikan karena akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Inilah 8 cara menurunkan berat badan yang tidak sehat:

Diet 0 Kalori

Tubuh memerlukan lemak. Lemak yang sehat justru ikut membantu pembakaran lemak jahat. Sayangnya diet 0 kalori hampir sangat populer, menyebabkan para pelaku diet mengonsumsi sumber kalori yang tidak sehat misalnya pemanis buatan karena menghindari gula.

Obat-obat diet

Inilah cara diet yang paling banyak dipilih dan paling berbahaya. Pil ajaib atau entah apa namanya yang diklaim dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat merusak jantung dan otak. Beberapa suplemen yang diklaim dapat membakar lemak tanpa disertai olahraga dan diet sehat juga tidak ada gunanya.

Fad Diet

Hasil analisis yang dirilis jurnal Annals of Internal Medicine terhadap 10 program diet paling populer menemukan bahwa selain Weight Watchers, tidak ada satupun yang terbukti bermanfaat menurunkan berat badan. Sekitar 45 juta penduduk Amerika menjalani program diet setiap tahun dan menghabiskan hampir 1-2 miliar dolar.  Apa hasilnya? Amerika tetap memiliki penderita obesitas terbesar di seluruh dunia.

Melewatkan Makan

Pendekatan ini nampaknya masuk akal, tetapi sesunggungnya merusak tubuh. Setelah makan akan terjadi metabolisme. Jika melewatkan makan terus menerus, maka proses metabolisme akan melambat dan justru akan dikompensasi dengan makan banyak sehingga berat badan akan naik.

Memuntahkan makanan

Muntah untuk membuang makanan sangat berbahaya. Dalam kondisi kronis disebut bulimia. Tindakan ini seringkali diikuti dampak psikologis yaitu disertai ilusi bahwa rasa lapar dapat dipuaskan dengan makan, namun setelah itu dimuntahkan kembali.

Laksatif

Penggunaan obat pencahar baik itu pil, minuman, atau suposituria sangat tidak dianjurkan dalam rangka menurunkan berat badan. Obat-obat pencahar yang digunakan terus menerus akan merusak sistem pencernaan dan menimbulkan komplikasi jangka panjang.

Merokok

Cara lain menekan rasa lapar yang sayangnya cukup populer. Sudah tidak perlu dijelaskan bahaya merokok. Bukannya bertambah kurus, yang ada adalah datangnya berbagai penyakit kronis.

Olahraga berlebihan

Ketika tubuh sudah dalam kondisi kurang nutrisi, olahraga berlebihan adalah cara paling buruk untuk menurunkan berat badan. Olahraga yang dianjurkan adalah 3-5 kali seminggu masing-masing selama 20 menit berupa latihan kekuatan.

 

Referensi:

http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/fast-weight-loss/faq-20058289

https://draxe.com/8-common-unhealthy-ways-to-lose-weight/

 

WIDPAC0817195/07