Skip directly to content

Jangan Takut, Gangguan Mental dapat Dicegah

13/06/17

 

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita gangguan jiwa atau penyakit mental, tidak semata-mata faktor keturunan. Kehidupan yang penuh tekanan, entah itu karena masalah keuangan, kematian orang yang sangar dicintai atau bercerai dari pasangan, dapat memicu gangguan jiwa. Penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh juga dapat membuat penderitanya berada dalam tekanan dan berlanjut menjadi depresi.

Depresi atau gangguan kecemasan dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja dan tidak ada penyebab yang pasti. Kebanyakan gangguan mental terjadi karena kombinasi berbagai faktor risiko. Perempuan memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan mental juga dipengaruhi faktor-faktor dalam siklus kehidupan, misalnya kehamilan dan perawatan anak.

Lantas bisakah gangguan mental ini dicegah? Tentu saja bisa, dengan mengurangi risiko penyakit mental. Berikut adalah langkah mencegah penyakit mental:

Tahu riwayat keluarga

Penyakit mental dapat menurun dalam keluarga, tetapi itu tidak berarti seseorang selalu akan mengalami penyakit mental jika dalam keluarga ada riwayat gangguan mental. Tetapi tidak ada salahnya jika ada riwayat keluarga dengan penyakit mental, maka harus lebih waspada dengan gejala-gejalanya. Selain itu harus menghindari faktor risiko dan menjaga kesehatan mental.

Pola makan yang sehat

Pola makan dengan diet seimbang yang sehat sangat baik untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Makanan yang sehat setidaknya dapat membantu mempertahankan berat badan ideal dan terhindar dari masalah krisis kepercayaan diri karena bentuk badan yang tidak ideal. Ingat bahwa gangguan makan adalah salah satu bagian dari penyakit mental. Beberapa penyakit mental juga dapat memburuk jika kebutuhan nutrisi tertentu tidak terpenuhi. Salah satu contoh adalah bahwa konsumsi vitamin B yang rendah berhubungan dengan depresi.

Berolahraga secara teratur

Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan mood dan perasaan pada umumnya. Hal ini juga dapat membantu kita melihat diri sendiri dengan lebih positif.

Cukup tidur

Masalah dengan tidur dapat mempengaruhi fisik dan mental. Sebaliknya kondisi perasaan juga dapat mempengaruhi kualitas tidur. Jika mengalami gangguan atau tidur selalu menjadi masalah, segera konsultasikan ke dokter.

Membicarakan masalah dengan orang lain

Jika punya masalah, sebisa mungkin jangan dipendam sendiri tetapi bicarakan dengan orang terdekat yang dapat dipercaya. Tidak harus dengan keluarga, bisa teman melalui chatting atau bertemu langsung.

Kurangi stres

Meskipun sulit, cobalah untuk tidak terlalu stres. Banyak hal dalam hidup dapat menyebabkan stres dan berdampak pada kesehatan mental. Kadang-kadang stres tidak dapat dihindari. Yang bisa dilakukan adalah membatasi efek stres.

Jauhi  obat-obatan

Pada beberapa orang, alkohol atau obat-obatan dapat memicu penyakit mental. Kadangkala obat tidur, alkohol bahkan narkoba diambil sebagai jalan pintas lari dari masalah. Padahal, penggunaan alkohol atau obat-obatan justru menambah tingkat depresi. Ada banyak cara meredakan stres yang lebih sehat dan efektif. Mintalah bantuan profesional jika ada gejala stres tidak dapat ditangani.

 

Referensi:

https://www.rethink.org/carers-family-friends/what-you-need-to-know/does-mental-illness-run-in-families/reducing-risk

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mental-illness/basics/risk-factors/con-20033813

https://www.beyondblue.org.au/who-does-it-affect/pregnancy-and-early-parenthood/mental-health-conditions/life-factors-that-increase-risk

 

WIDPAC0816103/08