Skip directly to content

Kanker Penyakit yang Diwariskan?

13/06/17

 

Keluarga mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, adalah salah satu contoh keluarga dengan warisan gen kanker yang sangat kuat. Saudara laki-laki, ayah, dan dua saudara perempuannya semua meninggal karena kanker pankreas. Masih ditambah ibunya yang menderita kanker payudara dan kemudian menjalar ke pankreas. Sekarang Jimmy Carter, berusia 90 tahun, dan terdiagnosis melanoma yang telah ditemukan bermetastasis ke hati dan otaknya.

Riwayat keluarga Carter menimbulkan kecurigaan bahwa keluarga itu memiliki gen kanker yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kanker sebagai penyakit yang diwariskan memang sudah ditegaskan pakar genetika bahwa banyak keluarga yang terkena kanker, tentu sangat menakutkan.

Tetapi harus dicatat bahwa hanya karena ada anggota keluarga memiliki kanker, tidak selalu berarti Anda akan mendapatkan kanker juga. Ada banyak varibel penentu dari penyakit kanker ini. Tetapi tidak ada salahnya mulai sekarang Anda waspada, apakah ada kerabat dekat atau jauh yang memiliki kanker? Apakah mereka hanya dari keluarga ibu atau keduanya? Apakah mereka mendapatkan kanker pada usia muda, kanker langka, atau mendapatkannya pada usia yang lebih tua dan jenis kankernya termasuk umum?

Jika menemukan kasus kanker dalam keluarga, hal pertama yang harus dilakukan jika memungkinkan adalah menemui seorang dokter konsultan hematologi dan onkologi untuk melihat kemungkinan gen kanker yang diwariskan.

Salah satu gen penyebab kanker yang diwariskan adalah mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2. Mutasi gen ini diketahui adalah penyebab sebagian kasus kanker seperti kanker payudara dan kanker ovarium. Artinya, apabila gen ini tidak memproduksi protein supresi tumor atau tidak bekerja semestinya, maka seseorang akan memiliki peningkatan risiko mengalami kanker payudara dan kanker ovarium atau beberapa jenis kanker lainnya. Artis Angelina Jolie sangat berani mengambil risiko melakukan mastektomi (pengangkatan jaringan payudara radikal) ketika mengetahui ia mewarisi penyakit ini dari ibunya, yang meninggal karena kanker ovarium.

Risiko seseorang yang memiliki mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 untuk mengalami kanker seumur hidupnya adalah: 40% -80% untuk kanker payudara, 11% -40% untuk kanker ovarium,  1% -10% untuk kanker payudara pada laki-laki, sampai dengan 39% untuk kanker prostat, dan 1% -7% untuk kanker pankreas.

Para ahli terus meneliti tentang gen patogen penyebab kanker ini. Saat ini tidak hanya BRCA1 dan BRCA2 patogen yang diketahui merupakan gen kanker yang diwariskan, beberapa gen patogen penyebab kanker kolorektal dan beberapa jenis kanker lain mulai ditemukan.

Temuan lain terkait kanker yang diwariskan belum lama ini menimpa seorang mahasiswi di Inggris, yang ternyata mendapatkan kanker ovarium dari gen kanker yang dibawa ayahnya. Kasus ini menimbulkan tanda tanya karena selama ini sebagian orang berpikir bahwa kanker payudara dan ovarium hanya diwariskan dari gen di garis ibu.

Tetapi sudah dijelaskan di atas bahwa meski tidak selalu, gen kanker BRCA1 dan BRCA2, selain menyebabkan kanker payudara dan ovarium juga dapat menyebabkan kanker prostat. Maka pria yang mengalami mutasi gen ini juga berpeluang 1-10% memiliki kanker payudara dan risiko 25% memiliki kanker prostat. Bahkan menurut pakar genetika, setengah dari perempuan yang menderita kanker payudara mewarisi gen kanker dari ayah mereka.

Dengan pemahaman ini diharapkan perempuan yang memiliki ayah penderita kanker tidak lantas mengabaikan segala risiko, tetapi tetap waspada kemungkinan menderita kanker payudara atau ovarium. Dengan kata lain penting bagi perempuan untuk mengetahui bahwa mereka mungkin mewarisi gen mutasi BRCA1 atau BRCA2 dari kedua belah pihak keluarga. Konsultasikan dengan dokter saat pemeriksaan kesehatan rutin tentang riwayat kanker di keluarga Anda.

Ingatlah beberapa hal berikut:

  1. Tidak semua ahli sepakat tentang kanker sebagai penyakit yang diwariskan, tetapi akan lebih baik jika membicarakan hal ini dengan dokter.
  2. Untuk kanker yang diwariskan, tidak harus dari jenis kanker yang sama. Misalnya ibu menderita kanker payudara maka belum tentu anaknya mewarisi kanker yang sama, bisa saja menjadi kanker hati atau paru-paru dll. Beberapa mutasi gen meningkatkan risiko lebih dari satu jenis kanker, sehingga penting memperhatikan riwayat keluarga untuk berbagai jenis kanker, terutama kanker yang kemungkinan didapatkan karena terkait genetik.
  3. Jika hasil tes tidak ditemukan mutasi gen, bukan berarti keluarga kita terbebas dari kanker. Bisa jadi ada mutasi gen lain yang belum ditemukan. Penyebab pasti penyakit kanker sampai saat ini belum diketahui sepenuhnya dan diduga banyak faktor yang memengaruhi terjadinya kanker, bukan semata-mata faktor genetik.

 

Referensi:

http://www.mirror.co.uk/news/uk-news/breast-cancer-ovarian-cancer-genes-8440125

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK1247/

http://edition.cnn.com/2015/08/18/health/jimmy-carter-family-history-of-cancer/

 

WIDPAC0816103/08