Skip directly to content

Kelainan Saraf Sindrom Tourette

05/08/17

 

Sindrom Tourette adalah kelainan saraf yang ditandai dengan gerakan berulang-ulang, tidak terkendali yang disebut tik. Penyakit ini ditemukan pertama kali oleh Dr. Georges Gilles de la Tourette, ahli saraf dari Perancis di tahun 1885. Sindrom Tourette biasanya sudah muncul di masa kanak-kanak, rata-rata dimulai pada usia 3 sampai 9 tahun.

Sindrom ini dapat mengenai siapa saja, pria maupun wanita dari semua etnis. Namun pria ditemukan lebih banyak daripada perempuan. Ada beberapa gejala khas dari sindrom Tourette, di antaranya:

Tik motorik

Motor adalah gerakan. Jadi gejala tik motorik dapat berupa gerakan sederhana sampai kompleks yang tidak dapat dikendalikan penderita. Misalnya berkedip, menyeringai, gerakan rahang, kepala, bahu berguncang, leher tertarik, atau lengan menyentak. Gerakan yang lebih kompleks misalnya melibatkan sekumpulan otot atau kombinasi gerakan misalnya memutar atau melompat.

Tik suara/vokal

Tik vokal adalah suara-suara. Beberapa penderita suka mengeluarkan bunyi seperti mengendus, berdehem, mendengkur, berteriak hingga bersorak. Ada suara yang lebih kompleks lagi dalam bentuk kata atau kalimat. Pada  10-15% kasus, kata-kata yang dikeluarkan tidak jelas, atau kata-kata kasar yang cenderung tidak diterima oleh lingkungan.

Dulu, gangguan tik ini termasuk jarang. Tetapi diduga akhir-akhir ini semakin banyak penderitanya. Data di Amerika Serikat menunjukkan 1 dari 160 anak (0,6%) berusia antara 5-17 tahun memiliki sindrom Tourette.

Pada sindrom Tourette, terjadi kerusakan di beberapa area otak seperti basal ganglia, lobus frontal, dan korteks, adanya kerusakan pada jaringan penghubung di otak, atau ketidakseimbangan senyawa otak (dopamin, serotonin, dan norepinephrine). Penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui. Ada bukti di satu keluarga di Amerika bahwa sindrom ini diwariskan. Namun prosesnya sangat kompleks dan kemungkinan ada peran serta lingkungan sebagai pemicu. Penelitian genetika juga mengaitkan bahwa beberapa tipe gangguan hiperaktif pada anak ada hubungannya dengan sindrom Tourette.

Meskipun gerakan-gerakan atau suara (tik) yang dihasilkan sindrom ini datang dengan sendirinya, tetapi beberapa penderita dapat menekan, menyamarkan, bahkan mengontrol tik untuk mengurangi dampaknya pada fungsi anggota tubuh. Namun, penderita sindrom Tourette kadang melaporkan mengalami ketegangan hebat ketika mencoba menekan tik mereka sampai pada satu titik mereka harus mengekspresikkanya dan melawan kehendak mereka.

Karena tidak menyebabkan kerusakan fungsi tubuh, maka pengobatan untuk penderita hanyalah obat untuk menekan tik. Namun tidak ada obat untuk menyembuhkannya. Agar dapat hidup normal dan diterima lingkungan mereka, penderita sindrom Tourette sebaiknya menjalani pendidikan di sekolah dengan anak berkebutuhan khusus, bersama anak-anak penderita ADHD, kesulitan belajar, atau anak dengan gangguan interaksi sosial.

 

Referensi:

https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Tourette-Syndrome-Fact-Sheet

https://www.tourette.org/about-tourette/overview/what-is-tourette/

 

WIDPAC0817194/07