Skip directly to content

Latihan Otot Dasar Panggul Atasi Gangguan Berkemih

13/06/17

 

Saluran kemih bagian bawah, meliputi kandung kemih dan uretra, adalah tempat penyimpanan dan saluran keluarnya urin. Pada sebagian orang, umumnya pada usia lanjut dan pada perempuan, gangguan berkemih kerap terjadi. Gangguan yang dimaksud adalah keinginan berkemih yang tidak dapat ditahan sehingga sering mengompol (gangguan urgensi) yang sebenarnya menggambarkan ada gangguan kinerja pada otot-otot di kantong kemih dan uretra.

Otot-otot panggul yang tidak mampu relaksasi saat atau terlalu aktif saat pengisian kandung kemih inilah yang menyebabkan keinginan berkemih tidak dapat ditahan. International Continence Society dan International Urogynaecological Association mendefinsikan gangguan berkemih pada perempuan sebagai  “kondisi tidak normal saat berkemih dengan disertai gejala-gejala urodinamik”.

Gejala gangguan berkemih ini sangat luas, termasuk frekuensi kencing yang tinggi, gangguan tidur tengah malam karena selalu terbangun dan kencing serasa tudak tuntas. Penyebabnya dapat karena gangguan saraf atau gangguan pada otot-otot dasar panggul.

Otot dasar panggul adalah sekelompok otot yang berada di antara kedua paha dan memanjang dari tulang pubis hingga ke dasar tulang belakang. Otot-otot ini berfungsi menahan organ-organ di panggul seperti uterus (rahim), vagina (organ kelamin wanita), rectum (ujung saluran pencernaan) dan kandung kemih sehingga tetap berada di tempatnya. Otot dasar panggul juga berfungsi mendukung kandung kemih dan rectum, dan berperan dalam mengendalikan keinginan berkemih. Otot akan relaksasi saat kandung kemih kontraksi sehingga urin dapat dikeluarkan.

Namun saat seseorang bertambah usia, otot-otot dasar panggul ini melemah. Perempuan yang habis melahirkan juga berisiko mengalami pelemahan otot dasar panggul. Hal ini tentu menyebabkan masalah, misalnya berkemih yang tidak terkendali atau disebut inkontinensia urine dan risiko prolaps (terlepasnya) organ panggul.

Inkontinensia urine atau gangguan urgensi berkemih yang disebabkan pelemahan otot dasar panggul umumnya mengalampi apa yang disebut stress incontinence yaitu tipe gangguan berkemih dengan gejala kebocoran atau mengompol saat melakukan aktivitas tertentu seperti batuk, bersin, tertawa, melompat atau berlari.

Latihan otot dasar panggul menurut berbagai penelitian dapat membantu mengatasi kelemahan otot dasar panggul dan gejalanya. Latihan ini sering pula dikenal dengan senam kegel. Latihan otot dasar panggul termasuk terapi perilaku untuk mengatasi inkontinensia urine dan tipe gangguan berkemih lainnya. Tujuan adalah meningkatkan fungsi organ-organ yang terlibat dalam proses berkemih. Dokter menganjurkan agar latihan ini berada dalam pengawasan fisioterapis atau dokter rehabilitasi medis. Dibutuhkan waktu sampai otot-otot panggul menguat dan mengurangi gejala gangguan kemih, setidaknya 3 bulan terus menerus.

 

Referensi:

https://urology.ucsf.edu/patient-care/adult-non-cancer/female-urology/female-voiding-dysfunction

http://www.nhs.uk/chq/pages/1063.aspx?categoryid=52

http://patient.info/health/pelvic-floor-exercises

 

WIDPAC0817138/01