Skip directly to content

Lebih dari 1000 Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah akan Pelajari Metode Penanganan dan Pengobatan Terkini untuk Penyakit Jantung

23/10/17

- Pfizer bekerja sama dengan ACC dan PERKI untuk menyelenggarakan program kesadaran dan edukasi penyakit jantung dan pembuluh darah

​- Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab 37% kematian di Indonesia.

Jakarta, 21 Oktober 2017 – Pfizer bekerja sama dengan the American College of Cardiology (ACC) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyelenggarakan program edukatif di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pencegahan dan metode terkini dalam perawatan pasien penyakit jantung kepada lebih dari 1000 dokter umum dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

Kerja sama ini dimulai dengan serangkaian kegiatan konferensi video berbasis web yang diselenggarakan di Sheraton Gandaria, Jakarta dan dihadiri lebih dari 150 dokter spesialis serta tim perawat. Tahun depan, akan diadakan dua kegiatan konferensi video yang sama untuk para dokter spesialis dan dokter umum dari Surabaya, Makassar, Semarang, Bandung dan Medan.

“Penyakit jantung merupakan tantangan global, dan American College of Cardiology yakin bahwa tantangan ini akan lebih bisa dihadapi dengan bekerja sama dengan berbagai mitra organisasi di seluruh dunia.  Kami berharap  program kesadaran dan edukasi penyakit jantung ini dapat membantu para dokter spesialis kardiovaskular dan seluruh tim medis perawat di Indonesia memahami metode diagnosis penyakit, pengelolaan, dan instrumen perawatan medis penyakit jantung terkini yang tersedia, serta mampu memanfaatkan instrumen tersebut secara efektif kepada pasien di Indonesia” ujar Pamela Morris, MD, FACC, selaku perwakilan dari ACC.

Inisiatif secara global diikuti dengan kerja sama yang terkoordinisasi antar institusi kesehatan, sektor swasta, dan juga para pasien itu sendiri sangat diperlukan dalam rangka mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat demi jantung yang kuat.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015, sekitar 17,7 juta jiwa meninggal dunia setiap tahunnya akibat terserang penyakit kardiovaskular.[i] Pada tahun 2030, angka tersebut diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 23 juta jiwa.[ii]

Selain Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia- Pasifik yang terpilih untuk menjadi bagian dari kerja sama Pfizer dengan ACC. Kolaborasi ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 di Tiongkok dan dilanjutkan di beberapa negara lainnya seperti Rusia dan Uni Arab Emirat pada kuartal pertama tahun 2017 dan kemudian di Mesir dan Saudi Arabia.
“Kami sangat senang dapat mendukung pemerintah dan sistem rumah sakit dalam upaya mengurangi beban penyakit kardiovaskular di Indonesia melalui pembelajaran metode terbaru tentang terapi penyakit jantung serta penggunaan teknologi yang tersedia secara global. Melalui program kerja sama ini, pasien di Indonesia akan merasakan perawatan kesehatan yang optimal, mulai dari pencegahan penyakit jantung hingga ke perawatannya,” ujar Handoko Santoso selaku Medical Director Pfizer Indonesia.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab 37% kematian di Indonesia,[iii] dan berdasarkan data hasil Survei Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menunjukkan bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi (12,9%) setelah stroke pada semua umur.[iv] Selain itu, berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation tahun 2016, penyakit jantung iskemia dan Cerebrovascular juga merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia.[v]

Indonesia telah membuat langkah-langkah signifikan dalam hal diagnosis dan perawatan penyakit kardiovaskular dan saat ini, sekitar 9.000 Puskesmas di Indonesia sudah menyediakan perawatan pencegahan penyakit jantung.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) DR. Dr. Ismoyo Sunu, SpJP (K), FIHA, FAsCC, mengatakan, “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan ACC dan Pfizer dalam peluncuran program ini dalam rangka mengingkatkan sistem rumah sakit di Indonesia. Saya percaya program ini akan bermanfaat dan mendukung upaya kami menurunkan tingkat penyakit kardiovaskular di Indonesia.”

“Kami berharap program ini merupakan awal terbentuknya strategi jangka panjang dan terintegrasi untuk mengurangi jumlah penyakit kardiovaskular yang mematikan ini,” ujar Dr. Ismoyo.

Tentang Pfizer

Di Pfizer, kami mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan sumber daya global untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di setiap tahap kehidupan. Kami berjuang untuk menetapkan standar untuk kualitas, keamanan dan nilai dalam pengembangan, penemuan dan pembuatan produk-produk kesehatan. Portofolio global kami, termasuk obat-obatan dan vaksin, serta masih banyak lagi produk perawatan kesehatan lainnya yang sudah terkenal di dunia. Setiap hari, para kolega Pfizer bekerja di negara maju dan berkembang untuk memajukan kesehatan, pencegahan, perawatan dan pengobatan untuk mengatasi berbagai penyakit yang paling ditakuti di masa kini. Sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai salah satu perusahaan biofarmasi inovatif terkemuka di dunia, kami juga bekerja sama dengan para penyedia layanan kesehatan, pemerintah dan komunitas lokal untuk mendukung dan memperluas akses ke perawatan kesehatan yang handal dan terjangkau di seluruh dunia. Selama lebih dari 150 tahun, Pfizer telah bekerja untuk membuat perbedaan bagi semua orang yang mengandalkan kami.   

Di Indonesia, Pfizer didirikan pada tahun 1969, dan telah menjalankan operasional pabrik dan pemasaran sejak 1971. Dimulai dengan hanya 11 pegawai, sekarang setelah penyatuan dengan beberapa perusahaan, kini jumlah pegawai mencapai hampir 600 orang. Untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai komitmen kami, silahkan kunjungi kami di www.pfizer.co.id

Tentang Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI)

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang didirikan sejak 1957 sebagai wadah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah telah bergerak aktif dalam berbagai lini untuk turut berperan dalam gerakan mengatasi penyakit jantung dan pembuluh darah. PERKI saat ini beranggotakan 1.000 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) yang tersebar di berbagai provinsi di tanah air. PERKI bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk berperan aktif dalam memberikan informasi kesehatan jantung pada masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi inaheart.org.

Tentang The American College of Cardiology (ACC)

The American College of Cardiology (ACC) merupakan asosiasi dan markas besar para tim perawat kardiovaskular yang terdiri dari 52.000 anggota. ACC memiliki misi untuk mentransformasi perawatan kardiovaskular dan meningkatkan kesehatan jantung. ACC merupakan pemimpin dalam pembentukan kebijakan, standar, dan pedoman kesehatan. ACC mengoperasikan registri nasional dalam rangka mengukur dan meningkatkan perawatan kesehatan, memberikan pendidikan medis kepada para ahli kesehatan, menyebarkan hasil penelitian kardiovaskular terbaru, dan memberikan kredensial kepada spesialis kardiovaskular yang mampu memenuhi kualifikasi ketat. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi acc.org.


[i] World Health Oganization (WHO). 2017. Cardiovascular diseases (CVDs). http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/  
[ii] World Health Organization (WHO). Fact Sheet Cardiovascular  Diseases.     http://www.who.int/nmh/publications/fact_sheet_cardiovascular_en.pdf?ua=1
[iii] The George Institute for Global Health. 2017. Reducing the burden of Cardiovascular Disease in Indonesia.
[iv]Minister of Health of the Republic of Indonesia http://www.depkes.go.id/article/print/17073100005/penyakit-jantung-penye..., dibublikasikan 29 Juli 2017.
[v] Institute for Health Metrics and Evaluation. 2016. http://www.healthdata.org/indonesia
 
WIDPAC0517217/10