Skip directly to content

Mengenal Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa

13/06/17

 

Diperkirakan satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan mental di beberapa periode dalam hidup mereka. Hal ini membuat gangguan mental menjadi salah satu penyebab utama beban penyakit di seluruh dunia.

Setiap tahun pada tanggal 10 Oktober, WHO mencanangkan Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health Day). Seluruh dunia memperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan mental. Tahun ini, tema Hari Kesehatan Mental Dunia adalah Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa Bagi Semua. Ini tidak biasa, karena umumnya kita mengenal pertolongan pertama sebagai perangkat penyelamatan saat terjadi kondisi emergensi.

Ketika seseorang  mengalami masa krisis, maka mereka bisa jatuh ke dalam penyakit mental kapan saja. Krisis bisa datang dalam berbagai bentuk dan derajat yang berbeda, misalnya tiba-tiba kehilangan orang yang dicintai, kehilangan segalanya dalam bencana alam atau perang. Ketika seseorang mengalami gangguan mental, mereka membutuhkan uluran tangan orang terdekat agar dapat pulih dari masa krisis. Saat ini, di beberapa negara di dunia,  penderita gangguan mental belum tersentuh bantuan. Selain msalah finansial, juga karena masalah beban biaya perawatan yang tidak murah. Selain itu ada stigma negatif yang melekat pada penderita gangguan mental.

Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa sebenarnya bukan hal yang baru, bahkan sudah ada sejak sebelum Perang Dunia II. Konsep ini sudah diakui sebagai cara yang baik dalam meningkatkan kesehatan mental dan berpotensi menolong banyak orang yang berisiko.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, Mental Health First Aid  sudah rutin dilakukan karena diperkirakan satu dari lima orang di  Amerika memiliki penyakit mental. Meskipun penderitanya banyak, sebagian enggan untuk mencari bantuan atau tidak tahu ke mana harus datang berobat. Gejala-gejala penyakit mental bisa sulit untuk dideteksi. Keluarga yang menemukan ada perubahan perilaku pada salah satu anggota keluarganya, kadangkala tidak tahu bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat.

Mental Health First Aid atau Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa adalah kursus selama 8 jam untuk memperkenalkan faktor risiko dan tanda-tanda peringatan awal gangguan jiwa. Peserta diajarkan mengenal dampak dari gangguan jiwa dan cara pengobatannya secara umum. Kursus ini menggunakan model dan simulasi untuk menunjukkan bagaimana menilai kondisi krisis gangguan jiwa, bagaimana melakukan intervensi dan memberikan bantuan awal, serta bagaimana menghubungi dokter, teman dan mencari  dukungan sosial.

Melalui konsep Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa ini memungkinkan dilakukan deteksi dan intervensi sedini mungkin. Peserta diajarkan tentang tanda-tanda dan gejala beberapa gangguan jiwa, misalnya gangguan kecemasan, depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan makan, dan kecanduan.

Program ini menawarkan perangkat yang konkret dan jawaban pertanyaan untuk pertanyaan penting seperti "Apa yang bisa saya lakukan?" dan "Di mana kita dapat menemukan bantuan?" dan sebagainya.

Dukungan psikologis awal dalam masalah kesehatan jiwa, hendaknya memang dapat dilakukan oleh seseorang yang justru bukan tenaga profesional kesehatan jiwa. Sebab, bantuan profesional belum tentu tersedia saat krisis pertama kali dialami. Oleh karena itu, keluarga, teman, rekan kerja, dan jejaring sosial masyarakat dan mereka yang bekerja dalam jasa pelayanan hendaknya dapat memberikan dukungan awal psikologis.

 

Referensi:

http://www.voanews.com/a/world-mental-health-day/3542810.html

http://www.mentalhealthfirstaid.org/cs/

http://www.thenationalcouncil.org/about/mental-health-first-aid/

http://www.depkes.go.id/article/print/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html

 

WIDPAC0816118/10