Skip directly to content

Migrain pada Pria Lebih Berisiko

13/06/17

 

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang sangat menyiksa. Tidak seperti jenis sakit kepala lain, misalnya tension headache atau sakit kepala kluster, migrain dapat mengganggu fungsi tidur dan aktivitas harian. Orang yang sering menderita migrain juga lebih cenderung memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti kecemasan, depresi, sulit tidur (insomnia), gejala iritasi usus, dan gejala kelelahan di kaki.

Migrain dapat dialami pria maupun wanita. Namun migrain pada pria lebih berisiko. Diperkirakan 9%  pria menderita migrain dengan berbagai sebab, termasuk faktor genetik. Menurut penelitian, migrain pada pria dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti Harvard yang mengatakan bahwa migrain pada laki-laki meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular terutama serangan jantung sampai 42%.

Penelitian lain pada jurnal Neurology juga menemukan bahwa penderita migrain dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan bukan penderita migrain. Dalam penelitian tersebut, risiko serangan jantung lebih tinggi pada penderita migrain yang disertai aura. Mereka yang memiliki risiko penyakit jantung, 50% lebih memiliki faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskuler, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Penelitian lain dari Loyola University Health System menunjukkan bahwa orang yang menderita migrain memiliki risiko dua kali lipat mengalami stroke iskemik yang disebabkan oleh sumbatan gumpalan darah.

Sampai saat ini memang tidak jelas bagaimana migrain berhubungan dengan risiko tinggi stroke dan serangan jantung. Namun ada satu teori yang menyatakan bahwa kedua penyakit ini memiliki mekanisme yang hampir sama.

Migrain biasanya hanya mempengaruhi satu sisi kepala, tetapi juga di sekitar mata atau belakang kepala. Keparahan nyeri berkisar antara sedang sampai parah, dan rasanya dapat bervariasi, antara berdenyut sampai seperti ditusuk pisau. Kadang migrain disertai mual dan nyeri otot, dan banyak penderita juga mengalami mata dan hidung berair. Satu episode migrain dapat berlangsung selama empat sampai 24 jam.

Migrain cenderung terjadi di sore atau malam hari dan sering datang dengan tanda-tanda peringatan, seperti perubahan tingkat mood, nafsu makan, dan aktivitas. Beberapa orang juga mengalami gangguan visual yang disebut aura. Aura dapat berupa penglihatan cahaya berkilau, garis zigzag atau blank spot, dan kadang-kadang disertai kesemutan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh seperti di tangan, lengan, dan wajah. Aura sering berlangsung dari 10 sampai 30 menit sebelum serangan migrain.

Penyebab dan pemicu dari migrain pada pria dapat diringkas menjadi tiga kategori: struktural, pembuluh darah dan gaya hidup. Contoh masalah-masalah struktural termasuk degenerasi cakram pada tulang belakang terutama tulang servikal 2 atau 3 mengakibatkan tekanan pada saraf servikal 1-3. Selain itu akibat gegar otak, dan riwayat goncangan di leher bagian atas yang dapat merusak ligamen di leher bagian atas.

Ketegangan berkepanjangan di leher menyebabkan penyempitan pembuluh darah di leher dan kepala yang diduga menyebabkan iskemia pada pembuluh darah di otak. Sedangkan faktor gaya hidup yang berkontribusi menyebabkan migrain di antaranya konsumsi alkohol, makanan yang mengandung kafein, makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), makanan yang mengandung nitrat (makanan olahan), kelaparan, kurang tidur dan kelelahan.

Referensi:

http://www.health.harvard.edu/mens-health/feel-your-pain-the-health-risk-of-migraines-in-men

http://www.livestrong.com/article/15797-causes-migraine-headaches-men/

PP-CPF-IDN-0031-AUG-2018