Skip directly to content

Nyeri Punggung yang Tidak Kunjung Sembuh

13/06/17

 

Ada banyak penyebab kecacatan atau disabilitas terkait dengan penyakit. Depresi, stroke dan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker adalah beberapa penyakit yang menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Tetapi ada satu penyakit yang tidak disadari merupakan penyebab disabilitas sebagian besar penduduk di dunia ini, yakni nyeri punggung atau back pain.  

Data dari Global Burden of Disease Study  menunjukkan, saat ini nyeri punggung dan leher sudah naik ke peringkat nomor 4 sebagai penyebab disabilitas, padahal di tahun 1990 masih ada di posisi ke-10. Nyeri punggung, terutama nyeri punggung bawah (low back pain) adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan gangguan pada struktur tulang belakang yang kompleks. Umumnya melibatkan jaringan penghubung, otot, saraf, tulang, cakram atau tendon di lumbar tulang belakang.

Iritasi atau masalah pada salah satu struktur ini dapat menyebabkan nyeri punggung bawah dan/atau rasa sakit yang menjalar ke bagian tubuh lain. Terkadang, nyeri punggung bawah juga menyebabkan kejang otot, yang menyebabkan nyeri hebat dan kecacatan.

Gejala nyeri punggung bawah dan tingkat keparahannya sangat bervariasi, mulai dari nyeri ringan sampai nyeri yang sangat menyiksa sehingga membawa penderita pergi mencari pertolongan ke dokter.

Penyebab nyeri punggung bawah pada orang yang usianya lebih muda (30-an tahun) umumnya disebabkan kerusakan di cakram tulang belakang (misalnya herniasi lumbar cakram) atau karena cedera dan kerusakan otot dan jaringan lunak di sekitar tulang belakang. Sedangkan pada orang yang lebih tua (lebih dari 60 tahun) penyebab nyeri punggung umumnya karena degenerasi sendi (seperti osteoartritis atau stenosis tulang belakang) atau akibat fraktur kompresi.

Pengobatan untuk nyeri punggung bawah tergantung pada riwayat pasien, jenis dan tingkat keparahan nyeri. Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah akan membaik dalam waktu enam minggu tanpa operasi, diikuti rehabilitasi dan latihan fisik.

Jika nyeri menetap atau memburuk, maka dilakukan diagnostik lebih seksama dengan pilihan terapi pembedahan. Penderita nyeri punggung disarankan membatasi aktivitas beberapa hari jika ditemukan ada cedera jaringan. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi jaringan untuk sembuh. Namun, terlalu lama tidak beraktivitas juga dapat menyebabkan melemahnya otot, padahal otot berfungsi mendukung tulang belakang. Pasien nyeri punggung yang tidak rutin berolahraga disarankan mulai melakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot.

Nyeri akut dapat diatasi dengan terapi panas dan/atau dingin untuk membantu meringankan nyeri punggung bawah dengan mengurangi peradangan. Seringkali pasien menggunakan es, namun beberapa lebih menyukai panas. Keduanya dapat digunakan secara bergantian.

Untuk membantu meredakan nyeri, mintalah dokter memberikan obat anti nyeri. Saat ini banyak obat untuk  mengurangi peradangan, yang menjadi penyebab munculnya rasa nyeri. Ada pula obat yang bekerja menghambat transmisi sinyal rasa nyeri yang mencapai otak. Harus diingat bahwa setiap obat memiliki beberapa risiko efek samping, sehingga penggunaannya harus melalui evaluasi oleh dokter.

Olahraga sangat efektif untuk hampir semua jenis nyeri punggung. Biasanya program latihan akan dirancang  bersama antara dokter ortopedi dan ahli rehab medik. Olahraga yang dianjurkan meliputi latihan aerobik, peregangan, dan kekuatan otot.

Penderita nyeri punggung juga dapat melakukan yoga. Yoga adalah terapi fisik yang dapat mengurangi nyeri punggung kronis. Penelitian menunjukkan bahwa selain mengurangi rasa nyeri, yoga dapat mengurangi penggunaan obat-obatan.

 

Referensi:

http://www.spine-health.com/conditions/lower-back-pain/lower-back-pain-symptoms-diagnosis-and-treatment

http://www.theatlantic.com/health/archive/2016/10/how-back-pain-took-over-the-world/503243/

http://www.webmd.com/back-pain/news/20161004/yoga-as-good-as-physical-therapy-for-back-pain

PP-CPF-IDN-0033-AUG-201