Skip directly to content

Perkataan yang Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Kanker

18/07/17

 

Perkataan yang Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Kanker

Terdiagnosis kanker tentu bukan hal yang mudah bagi siapa saja yang mengalaminya. Bahkan teman, keluarga ataupun orang-orang terdekat penderita, juga ikut merasakan hal yang sama. Apa yang harus dilakukan dan dikatakan pada pasien? Dukungan seperti apa yang dibutuhkan oleh penderita kanker dari orang-orang terdekat?

Psikolog dari University of Derby, Inggris bernama Fiona Holand, melakukan wawancara pada 6 penderita kanker payudara usia 30-40-an tahun tentang apa sebenarnya yang tidak ingin penderita kanker dengar dari orang lain. Mereka mengatakan bahwa meskipun semua bentuk dukungan yang mereka terima umumnya positif, tetapi tak jarang diterima negatif dan semakin membuat mereka semakin sedih. Dan inilah beberapa bentuk dukungan yang tidak mereka inginkan:

1. Jangan Mengkritik PIlihan Mereka 

Penderita kanker mungkin memilih metode pengobatan atau tindakan tertentu untuk mengatasi penyakitnya. Misalnya penderita kanker payudara yang memilih menjalani mastektomi atau pengangkatan jaringan payudara total. Sebaiknya hormati pilihannya dan jangan malah berkomentar jika Anda mengalaminya, maka Anda akan memilih melakukan tindakan yang lain.

2. Jangan Terlalu Emosional

Sebagai teman, jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan dan dukungan penuh pada pasien. Tetapi jangan menunjukkan kesedihan terlalu dalam di depan mereka, karena hanya akan memperburuk keterpurukan mereka.

3. Jangan berasumsi mereka tidak mampu melakukan apapun

Menawarkan bantuan tentu baik, tetapi memperlakukan penderita kanker seperti anak kecil yang tidak mampu berbuat apa-apa sebaiknya dihindari. Lebih baik tanyakan apa yang dapat Anda bantu dan tidak memutuskan semuanya sendiri.

4. Tidak perlu beberkan data-data dengan detil

Alangkah tidak bijaksananya ketika kita menjenguk teman yang terdiagnosis kanker dengan membeberkan data-data statistik tentang penyakit kanker. Misalnya, harapan hidup, peluang kesembuhan dan risiko kambuh dan sebagainya, kecuali mereka meminta. Lebih baik dukung dia agar mau menjalani pengobatan dan pergi mengunjungi dokter.

5. Jangan anggap dunia mereka sudah berakhir

Sedih dan merasa hidupnya tenggelam ke dasar paling gelap tentu dirasakan penderita kanker. Anda harus meyakinkan bahwa mereka tidak kehilangan seluruh kehidupan mereka, hanya harus menyesuaikan dengan kehidupan yang baru dengan realitas berbeda.

6. Jangan bersikap seperti dokter buat mereka 

Ini juga harus dihindari. Peran dokter sudah ada porsinya sendiri sebagai sumber informasi paling akurat bagi pasien. Anda cukup memberikan dukungan dan menjadi pendengar yang baik, keputusan untuk tindakan medis serahkan pada pasien sendiri.

Dukungan dari seorang teman akan membawa banyak perbedaan bagi seorang penderita kanker. Dukungan yang diberikan terus menerus sangat membantu proses penyembuhan pasien. Dukungan tidak hanya diberikan diagnosis diberikan, tetapi justru di masa dan paska pengobatan. Setelah menjalani pengobatan yang berat, penderita kanker akan sangat membutuhkan bantuan agar hidup mereka kembali normal.

Referensi:

http://www.dailymail.co.uk/health/article-4200378/What-NOT-say-cancer.html

http://www.cancer.net/coping-with-cancer/talking-with-family-and-friends/supporting-friend-who-has-cancer

 

WIDPAC0817157/03