Skip directly to content

Perlindungan dan Kesehatan Anak Isu Krusial Pasca Tsunami dan Gempa

04/12/18

Perlindungan dan Kesehatan Anak Isu Krusial Pasca Tsunami dan Gempa

Pfizer Foundation dan karyawan Pfizer memberikan bantuan total lebih dari USD310.000 (lebih dari Rp4,5 miliar) bagi keluarga yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah, Indonesia

 

Jakarta, 21 November 2018 – Perlindungan dan kesehatan anak pasca-tsunami dan gempa merupakan permasalahan penting yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Dalam setiap peristiwa bencana alam, anak-anak menjadi korban yang paling menderita karena kerentanan fisik, psikologis dan sosial mereka, yang dapat dipicu dari perpisahan, kehilangan orang tua, keluarga, atau rumah tinggal mereka.

Pada akhir bulan September lalu, gempa berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami menghantam Sulawesi Tengah dan menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah, jalan, dan jembatan. Lebih dari 200 ribu penduduk harus menjadi pengungsi di 122 lokasi evakuasi, dimana 80 ribu diantaranya adalah anak-anak.

Menyadari adanya risiko kesehatan bagi anak-anak di area tersebut, Pfizer melalui The Pfizer Foundation memberikan sumbangan pendanaan untuk membantu usaha pemulihan pasca-bencana alam.

The Pfizer Foundation mendonasikan total hibah tunai sebesar AS$300.000 (sekitar Rp4,38 miliar) untuk tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM): Direct Relief, World Vision (diwakili oleh mitra lokalnya di Indonesia, yaitu Wahana Visi Indonesia) dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children Indonesia). Selain itu, karyawan Pfizer dari beberapa negara - termasuk di Indonesia - secara pribadi menyumbangkan secara total lebih dari AS$10.000 (Rp146 juta) untuk membantu anak-anak yang terkena dampak di Sulawesi Tengah.

Dengan kontribusi The Pfizer Foundation, Direct Relief bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk menurunkan tim medis darurat setempat untuk melayani masyarakat yang membutuhkan di Palu, Donggala, dan Sigi. Tim medis ini memfokuskan upaya pada peningkatan kesehatan ibu dan anak di daerah terpencil, yang selama ini harus berjuang untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Selain itu, sebagai bagian dari fase pemulihan bencana, sumbangan dana yang ada ini akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur kesehatan yang rusak, sehingga masyarakat dapat memiliki akses kembali pada perawatan kesehatan.

Sejak 30 September 2018, Wahana Visi Indonesia telah turun ke lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dari korban bencana di Sulawesi Tengah. Hingga akhir Oktober 2018, organisasi ini telah menjangkau lebih dari 36 ribu orang dengan memberikan berbagai macam bantuan sejak fase awal, seperti distribusi Paket Makanan dan Kebutuhan Keluarga, membuka ruang dan kegiatan ramah-anak, memasok air bersih, hingga mengadakan program Pusat Makanan bagi Anak-anak.

Beroperasi di 49 desa yang tersebar di Palu, Donggala, Parimo dan Sigi, dalam waktu enam bulan, Wahana Visi Indonesia memiliki target untuk memenuhi kebutuhan dasar dari 80 ribu penduduk, dan berkonsentrasi pada pemenuhan suplai makanan, barang-barang non-makanan, perlengkapan kebersihan, tempat perlindungan darurat, nutrisi, dan perlindungan, terutama untuk wanita dan anak-anak.

Sementara itu, Yayasan Sayangi Tunas Cilik bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam identifikasi dan reunifikasi anak-anak yang terpisah; menyediakan bantuan psikologis bagi anak dengan membangun ruang ramah anak serta distribusi perlengkapan sekolah dan bahan untuk perawatan ibu anak (selimut, pakaian, kelambu, dll).

“Pfizer mengapresiasi tindakan Pemerintah Indonesia dan semua pihak yang telah bekerja keras tanpa lelah untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa dan pemulihan kesehatan bagi para korban, terutama kepada anak-anak yang terkena dampak. Pemulihan terjadi lebih cepat dengan adanya dukungan dari sektor swasta, komunitas internasional dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Anil Argilla, Presiden Direktur PT. Pfizer Indonesia.

“The Pfizer Foundation bangga bisa berkontribusi untuk menolong korban bencana Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah,” kata Caroline Roan, Presiden The Pfizer Foundation.

Gordon Willcock, PhD, Manajer Kesiapan & Tanggap Darurat dari Direct Relief mengatakan, “Direct Relief sangat berterima kasih atas komitmen Pfizer dan misi globalnya untuk meningkatkan kesehatan dan kehidupan setiap orang di dunia.”

Doseba Tua Sinay, CEO dan Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia (World Vision) mengatakan, “Wahana Visi Indonesia memiliki sejarah panjang dan kemitraan yang kuat dengan Pemerintah Indonesia, serta para mitra setempat di Palu, Sigi, dan Donggala. Tim kami turun ke lapangan segera setelah bencana terjadi, dan kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin agar bisa meringankan penderitaan para penduduk yang terkena dampak bencana. Kami mengapresiasi Pfizer yang telah menjadi salah satu mitra kami, untuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana””

"Kami sangat menghargai dukungan dari The Pfizer Foundation yang membantu kami untuk menjangkau lebih banyak anak di Palu dan Donggala. Saat ini, kami sedang mempersiapkan suplai perlengkapan yang berkaitan dengan perawatan ibu dan anak. Kami percaya dukungan ini dapat membantu mereka mengatasi kesulitan selama periode pemulihan ini, "kata Selina Sumbung, Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children Indonesia).

Tentang Pfizer Foundation

The Pfizer Foundation adalah badan amal yang didirikan oleh Pfizer Inc. The Pfizer Foundation merupakan badan hukum terpisah dari Pfizer Inc. Misi badan ini adalah untuk mempromosikan akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas, untuk memelihara inovasi, dan untuk mendukung keterlibatan komunitas di dalam Pfizer.

Tentang Pfizer Indonesia

Di Pfizer, kami mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan sumber daya global untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di setiap tahap kehidupan. Kami berjuang untuk menetapkan standar untuk kualitas, keamanan dan nilai dalam pengembangan, penemuan dan pembuatan produk-produk kesehatan. Portofolio global kami, termasuk obat-obatan dan vaksin, serta masih banyak lagi produk perawatan kesehatan lainnya yang sudah terkenal di dunia. Setiap hari, para kolega Pfizer bekerja di negara-negara maju dan berkembang untuk memajukan kesehatan, pencegahan, perawatan dan pengobatan untuk mengatasi berbagai penyakit yang paling ditakuti di masa kini. Sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai salah satu perusahaan biofarmasi inovatif terkemuka di dunia, kami juga bekerja sama dengan para penyedia layanan kesehatan, pemerintah dan komunitas lokal untuk mendukung dan memperluas akses ke perawatan kesehatan yang handal dan terjangkau di seluruh dunia. Selama lebih dari 150 tahun, Pfizer telah bekerja untuk membuat perbedaan bagi semua orang yang mengandalkan kami.  

Di Indonesia, Pfizer didirikan pada tahun 1969, dan telah menjalankan operasional pabrik dan pemasaran sejak 1971. Dimulai dengan hanya 11 pegawai, sekarang setelah penyatuan dengan beberapa perusahaan, jumlah pegawai mencapai hampir 600 orang. Untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai komitmen kami, silakan kunjungi www.pfizer.co.id

Tentang Direct Relief

Direct Relief adalah organisasi bantuan kemanusiaan yang aktif di 50 negara bagian Amerika Serikat dan lebih dari 80 negara, dengan misi untuk meningkatkan kesehatan dan kehidupan orang-orang yang terkena dampak kemiskinan atau situasi darurat - tanpa memandang politik, agama, ataupun kemampuan finansial.

Direct Relief dan Pfizer berkolaborasi dalam berbagai inisiatif, termasuk program akses Diflucan yang bertujuan mengendalikan dua infeksi jamur terkait AIDS, program akses nalokson yang menyediakan hingga 1 juta dosis opioid untuk membalikkan overdosis nalokon ke penyedia layanan kesehatan di AS, dan sebuah program yang mendukung anak-anak dengan hemofilia.

Tentang Wahana Visi Indonesia

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi kemanusiaan yang mendedikasikan diri untuk anak-anak, keluarga, dan masyarakat agar dapat mencapai potensi penuh mereka dengan mengatasi akar penyebab kemiskinan dan ketidakadilan. WVI melayani semua orang tanpa memandang agama, ras, etnis atau jenis kelamin. WVI adalah LSM yang terdaftar secara lokal dan telah mematuhi standar, sistem, prosedur, dan pendekatan yang disahkan oleh World Vision International sebagai mitra terpercaya di Indonesia.

WVI telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1998, menjangkau 60 kabupaten di 14 propinsi hingga Oktober 2018. WVI bertujuan untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan bagi dua juta anak perempuan dan laki-laki yang paling rentan di Indonesia, dengan memprioritaskan enam jenis intervensi, yaitu kesehatan, pendidikan berkualitas, perlindungan anak, akuntabilitas sosial dan tindakan terhadap kebijakan dan peraturan pro-anak, pembangunan ekonomi dan ketahanan dan penguatan tanggap darurat. WVI bekerja erat dengan pemerintah dari tingkat nasional hingga desa dan memberdayakan mitra lokal untuk memastikan keberlanjutan program.

Tentang Yayasan Sayangi Tunas Cilik (mitra dari Save the Children)

Yayasan Sayangi Tunas Cilik merupakan mitra dari Save the Children yang percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, organisasi ini berusaha memberi anak-anak masa pertumbuhan yang sehat, kesempatan untuk belajar dan perlindungan dari bahaya. Yayasan ini berusaha untuk mentransformasi kehidupan anak-anak - setiap hari dan terutama di saat krisis – agar masa depan mereka dapat menjadi lebih baik.

 

Kontak Media:

Ninesiana Saragih

Communications Manager, PT Pfizer Indonesia

E: NinesianaMD.Saragih@pfizer.com

Ph: +62 21 57931088-89

M: +62 811 830 2292

 

Agus Hidayat

FleishmanHillard

E: agus.hidayat@fleishman.com

Ph: +62 21 29820233

M: +62 812 908 9597