Skip directly to content

Sarapan, Cegah Obesitas Anak

12/06/17

 

Saat ini fenomena kegemukan pada anak dialami di hampir semua negara, tidak hanya di negara maju namun justru banyak dijumpai di negara berkembang seperti di Indonesia. Kegemukan pada anak membawa banyak dampak serius, salah satunya peluang anak mengalami gangguan mental, yang dapat terbawa sampai remaja dan dewasa. Gangguan psikologis muncul karena anak menjadi rendah diri dan tidak bahagia sehingga membuat mereka lari pada kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol. 

Ada banyak faktor yang menentukan terjadinya obesitas atau kegemukan pada anak. Tahukah Anda bahwa tidak pernah membiasakan anak untuk sarapan ternyata menjadi faktor risiko terjadinya obesitas anak. Kesimpulan tersebut diambil melalui sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan di jurnal Pediatrics pada bulan November 2016 lalu. yang mengejutkan, pemberian ASI dan pengenalan dini makanan padat pada anak ternyata tidak berkaitan dengan obesitas. Demikian pula dengan konsumsi minuman yang mengandung gula, asupan buah-buahan dan menghabiskan banyak waktu di depan televisi, juga bukan penyebab langsung obesitas yang tidak sehat. 

Menurut penelitian ini, sarapan pagi adalah faktor paling penting. Sarapan akan membuat si Kecil penuh energi sehingga siap menjalani seluruh aktivitas dalam sehari. Secara umum ditemukan bahwa anak-anak dan remaja yang rutin sarapan memiliki lebih banyak energi. Dampaknya adalah dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik dan asupan makannya sepanjang hari akan terjaga. Sebaliknya jika anak tidak sarapan, akan mudah marah, kelelahan, dan tidak bertenaga. 

Para orangtua hendaknya mulai sekarang membiasakan si Kecil sarapan pagi karena manfaatnya yang sangat besar:

Sarapan Mengendalikan Perilaku Anak 
Anak-anak yang tidak pernah sarapan cenderung mudah lelah, gampang tersinggung, atau gelisah sampai menjelang siang. Gejala ini kemudian memicu perilaku agresif sehingga anak rentan mendapatkan kesulitan saat menerima pelajaran di kelas. Sedangkan anak yang sarapan akan mendapatkan bekal berharga berupa energi penuh sehingga perilaku agresif dapat ditekan dan ia dapat berlaku manis sepanjang hari di sekolah. 

Sarapan mencerdaskan anak 
Sebuah penelitian tahun 2013 di China pada 1.269 anak usia 6 tahun menunjukkan bahwa kemampuan kognitif pada anak-anak prasekolah dan SD didapakan lebih baik pada mereka yang rutin sarapan. Saat diminta menjawab soal tentang ukuran dan kemampuan bahasa kemudian ditentukan nilai IQ, ternyata anak-anak yang rutin sarapan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang kadang-kadang saja sarapannya.
Lebih banyak zat gizi yang diserap 
Sarapan dapat dijadikan kesempatan untuk meningkatkan status gizi anak, dengan menyediakan makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin C, kalsium, dan serat. 

Sarapan mengendalikan berat badan
Seperti disebutkan di atas, sarapan akan mencegah anak mengalami kegemukan karena sarapan adalah kunci dalam membentuk pola makan sehat sehari-hari. Dengan makan di jam yang teratur, baik makan berat maupun camilan, anak tidak akan makan di luar jam makan sehingga berat badannya dapat terjaga. Kegemukan pada anak terjadi karena pola makan yang tidak teratur. 

Tantangannya sekarang adalah bagaimana supaya anak mau sarapan. Orangtua harus kreatif  misalnya menyiapkan menu yang segar, enak dan digemari anak setiap pagi. Sediakan waktu minimal 15 menit sebelumnya sehingga waktu sarapan lebih panjang dan anak tidak terburu-buru makan.  

 

Referensi:

http://pediatrics.aappublications.org/content/early/2016/11/09/peds.2016...

http://www.healthcanal.com/child-health/75528-skipping-breakfast-and-not-enough-sleep-can-make-children-overweight.html

http://www.thedietchannel.com/5-Important-Reasons-Your-Child-Should-Eat-Breakfast.htm

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23395328

 

WIDPAC0817125/01