Skip directly to content

Si Kecil Kolik? Jangan Panik

18/07/17

 

Orangtua mana yang tidak panik saat si Kecil yang masih bayi menangis keras tanpa tahu sebabnya. Jika bayi menangis lebih dari 3 jam dalam sehari, maka kemungkinan bayi mengalami kolik. Diperkirakan, 1 dari 5 bayi mengalami kolik. Kolik biasanya dimulai ketika bayi berusia sekitar 3 minggu dan semakin menjadi ketika mereka berusia antara 4 dan 6 minggu. Tetapi umumnya kolik akan mereda ketika bayi memasuki usia 12 minggu.

Kolik bukan penyakit, artinya tidak ada gangguan medis yang menyebabkannya. Sama saja dengan bayi-bayi lain yang rewel dan kerap menangis. Gejala kolik umumnya dimulai di jam yang sama setiap hari. Misalnya setiap jam 10 malam, si Kecil akan menangis tanpa henti berjam-jam dan umumnya terjadi tiba-tiba. Saking kencangnya menangis, si Kecil sampai mengepalkan tangan atau perutnya mengembung karena tekanan. Dan biasanya kolik akan berhenti ketika bayi kelelahan karena tangisan.

Meskipun bukan suatu kondisi penyakit, tetapi ada pemicu mengapa seorang bayi mengalami kolik. Misalnya perut kembung sehingga bayi merasa tidak nyaman, rasa lapar atau sebaliknya kekenyangan karena terlalu banyak menyusu, terlalu sensitif terhadap perubahan lingkungan, atau rasa frustasi. Karena bayi belum bisa bicara, maka tangisan keras yang tak kunjung reda ini seringkali membuat orangtua merasa cemas, depresi dan tidak tahu harus bagaimana membuat si Kecil berhenti menangis.

Kadang orangtua lantas membawa si Kecil ke dokter untuk memastikan. Dokter umumnya akan menanyakan riwayat kesehatan di Kecil sejak ia dilahirkan dan melakukan pemeriksaan fisik secara seksama, untuk menemukan kemungkinan adanya kelainan atau gangguan fungsi tubuh bayi. Dokter akan memastikan apakah bayi mengalami gumoh berat yakni naiknya isi asam lambung ke rongga mulut atau dalam istilah kedokteran disebut reflux, kemudian memastikan ada tidaknya gejala hernia, dan sebagainya.  

Orangtua seharusnya mengenali penyebab atau pemicu kolik. Mungkinkah si Kecil kolik karena terlalu banyak minum ASI sehingga kekenyangan, atau ASI yang kurang, udara yang terlalu dingin, atau alergi makanan tertentu yang dimakan ibunya. 

Untuk meredakan kolik, ada beberapa tindakan untuk menenangkan bayi. Misalnya, membiasakan si Kecil minum ASI sampai kenyang dan lepas dengan sendirinya dari puting. Kosongkan payudara sebelum pindah ke payudara satunya karena ASI saat payudara menjelang kosong disebut hint milk jauh lebih kaya nutrisi dan dan kadang-kadang lebih menenangkan. Jika minum ASI dari satu payudara membuat si kecil sudah kenyang, jangan memaksakan memberikan ASI dari payudara lainnya untuk menghindari kekenyangan.

Ibu juga dapat mengayunkan atau mendekap si Kecil saat kolik datang. Tiada yang lebih nyaman bagi bayi selain dekapan ibunda. Selimuti si kecil dan dekap di dada sambil diayunkan pelan. Jangan terlalu kuat memeluk si Kecil karena hanya akan membuat ia merasa terhimpit dan tidak nyaman.

Atau goyangkan si kecil perlahan untuk membantu mengeluarkan gas dari lambungnya. Saat bayi menagis keras, udara akan masuk melalui mulutnya dan kadang menyebabkan kembung. Semakin lama menangis semakin banyak udara tertelan dan menyebabkan tidak nyaman perut si Kecil. 

 

Referensi:

https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000753.htm

http://www.aboutkidshealth.ca/En/ResourceCentres/PregnancyBabies/NewbornBabies/Colic/Pages/Colic-What-You-Can-Do.aspx

 

PP-CPF-IDN-0061-AUG-2018