Skip directly to content

Suhu Dingin Membuat Rasa Nyeri Lebih berat

13/06/17

 

Ada penelitian menarik yang mengatakan bahwa di saat musim dingin, ternyata lebih banyak orang yang mengalami nyeri atau merasakan nyeri semakin berat. Ada alasan biologis mengapa hal ini dapat terjadi.

Nyeri adalah cara tubuh memberikan peringatan bahwa ada yang salah di tubuh kita. Seluruh bagian tubuh manusia memiliki sensor untuk menangkap semua kejadian dari lingkungan  kemudian mengirimkannya ke otak. Jika tubuh kita berada pada lingkungan berbahaya, misalnya suhu ekstrim panas maupun dingin, maka sensor-sensor di seluruh tubuh akan memberikan peringatan ke otak, dan otak mengirimkan sinyal nyeri sehingga kita dapat menghindar dari paparan suhu ekstrim tersebut.

Umumnya saat cuaca dingin, bagian tubuh yang merasakan nyeri lebih intens adalah sendi, baik sendi panggul, lutut atau sendi-sendi di lengan. Mengapa suhu dingin berpengaruh pada sendi? Layaknya jaringan lunak lain, suhu dingin menyebabkan jaringan di sendi menyusut dan menarik ujung-ujung saraf sehingga tercipta rasa nyeri.

Alasan lainnya adalah penyakit tertentu pada persendian menyebabkan orang menjadi lebih sensitif terhadap nyeri. Misalnya pada penderita artritis rematoid yang merupakan penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah ketika sel-sel pertahanan tubuh menyerang tubuh sendiri. Pada artritis rematoid pun demikian, di mana terjadi peradangan di semua sendi akibat reaksi sistem imun berlebihan. Reaksi ini kemungkinan menyebabkan sensor nyeri pun menjadi lebih sensitif.

Terkait nyeri yang meningkat di suhu dingin, juga dipengaruhi faktor psikologis. Ketika mengalami stress, maka penyakit mudah timbul. Jalur terjadinya nyeri pun demikian. Nyeri timbul karena dipengaruhi faktor biologis, lingkungan, dan kondisi psikologis.  Kondisi psikologis membuat nyeri lebih berat atau sebaliknya menjadi lebih ringan. Emosi yang bahagia dan  pikiran positif dapat membuat intensitas rasa nyeri berkurang.

Pada musim dingin yang ekstrim, pembuluh darah mengkerut sehingga asupan darah terutama ke daerah kaki berkurang, dan organ-organ akan menyimpan panas. Kulit menjadi lebih kaku menyebabkan lebih banyak tekanan pada saraf-saraf yang sudah sensitif.

Terdapat penelitian yang menemukan bahwa reseptor-reseptor terhadap suhu dingin berhubungan dengan jalur nyeri sedangkan resptor panas tidak. Untuk memecahkan misteri mengapa ini bisa terjadi maka dilakukan penelitian menggunakan bantuan telepon. Peserta penelitian diminta melaporkan kondisi sehari-hari mereka melalui aplikasi di telepon pintar, khususnya tentang kondisi yang berkaitan dengan cuaca. Sayangnya penelitian yang melibatkan 12.000 partisipan di Inggris ini baru akan selesai pada Januari 2017.


Referensi:

http://www.businessinsider.co.id/people-may-feel-more-pain-in-cold-weather-2016-11/?r=US&IR=T#8Lx8V2OS39IggvdB.97

PP-CPF-IDN-0047-AUG-2018