Skip directly to content

Terbukti, Deteksi Dini Turunkan Kematian Akibat Kanker

13/06/17

 

Angka penderita penyakit kanker di seluruh belahan dunia diperkirakan akan terus meningkat. Sampai saat ini kanker masih menjadi salah penyebab utama kematian karena memang tidak mudah menaklukkan dan menyembuhkan kanker terutama kanker di stadium lanjut.

Namun ada kabar cukup menggembirakan, yaitu dalam beberapa tahun terakhir ada kecenderungan kematian akibat kanker turun bahkan sampai 25%, dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Apa yang menyebabkan kematian akibat kanker menurun? Dua faktor utama yang diduga memicu penurunan kematian akibat kanker adalah jumlah perokok yang semakin turun dan meluasnya program deteksi dini. Selain itu tentu saja kemajuan dalam bidang pengobatan kanker.

Dulu di tahun 70-an, dari orang-orang yang didiagnosis leukemia hanya 41% saja yang dapat bertahan hidup dalam waktu 5 tahun. Tetapi antara tahun 2006-2012, penderita yang berhasil bertahan hidup sampai 5 tahun meningkat menjadi 71%. Tetapi memang ada jenis kanker yang angka kematiannya tetap tinggi, misalnya kanker paru dan kanker pankreas.

Skrining atau deteksi dini kanker memegang peran sangat besar dalam menurunkan kematian. Hal ini karena, jika kanker ditemukan pada stadium dini maka kemungkinan keberhasilan pengobatan akan meningkat. Kanker lebih mudah diobati saat masih di tahap awal, belum berkembang dan menyebar ke organ lain sehingga pengobatannya menjadi lebih kompleks dan rumit.

Tindakan yang termasuk dalam diagnosis dini adalah mengenali tanda-tanda kemungkinan adanya kanker. Beberapa tanda-tanda awal kanker di antaranya adanya benjolan, luka yang sulit untuk disembuhkan, pendarahan yang tidak normal, gangguan pencernaan berkelanjutan, dan suara serak yang kronis.

Beberapa jenis kanker yang dapat dilakukan deteksi dini adalah kanker payudara, kanker leher rahim, mulut, tenggorokan atau laring, usus besar, rektum, dan kanker kulit. Selain mengenali tanda-tanda kanker, deteksi dini dapat dilakukan di layanan kesehatan baik rumah sakit ataupun Puskesmas untuk kanker payudara dan kanker leher rahim dengan pemeriksaan mamografi dan Pap smear/IVA. Deteksi dini kanker payudara dengan mamografi dianjurkan rutin dilakukan perempuan di atas usia 40 tahun. Kanker indung telur atau kanker rahim juga dapat dideteksi dini, dengan mengenali gejala seperti pendarahan dari vagina yang bukan menstruasi dan tidak biasa.

Sedangkan deteksi dini kanker usus besar dan kanker rektum, serta kanker pada organ pencernaan lain dapat dilakukan di rumah sakit yang menyediakan layanan kolonoskopi. Dengan alat yang bentuknya mirip kabel yang dilengkapi kamera, maka akan ditemukan pertumbuhan tumor di usus besar. Tes ini dianjurkan dilakukan untuk pria maupun wanita usia di atas 50 tahun.

Bagaimana deteksi dini kanker paru? Dapat dilakukan dengan foto rontgen dada dan dianjurkan pada perokok atau mantan perokok, berusia di atas 55 tahun. Foto rontgen ini dapat dimulai meskipun belum ada gejala kanker paru seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, atau berat badan turun drastis. Sedangkan untuk kanker prostat, seorang pria dapat melakukan upaya deteksi dini dengan melakukan tes kadar PSA, dimulai usia 50 tahun.

Selain deteksi dini, gaya hidup sehat dengan menghindari rokok, memiliki berat badan ideal, diet sehat dan memperbanyak aktivitas fisik juga baik untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker. Oleh karena itu, lakukan deteksi dini mulai sekarang sebelum terlambat.

 

Referensi:

http://www.latimes.com/science/sciencenow/la-sci-sn-cancer-drop-20170105-story.html

http://www.who.int/cancer/detection/en/

http://www.cancer.org/healthy/findcancerearly/cancerscreeningguidelines/american-cancer-society-guidelines-for-the-early-detection-of-cancer

 

WIDPAC0817148/02