Skip directly to content

Tidak Semua Sakit Kepala Butuh Obat

18/07/17

 

Tahukah Anda bahwa keluhan nyeri yang paling sering menjadi alasan seseorang mengunjungi dokter adalah sakit kepala? Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala minimal sekali seumur hidupnya. Nyeri atau sakit kepala kadang sulit dicari penyebabnya. Jenis nyeri yang dirasakan pun beragam, mulai dari nyeri seperti ditusuk, berdenyut,  nyeri yang hanya di satu sisi kepala, atau nyeri yang hilang timbul. Tak jarang, nyeri juga disertai mual dan muntah, terutama pada sakit kepala migren.

Secara umum, nyeri kepala diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu nyeri kepala primer seperti migren dan cluster headache, nyeri kepala sekunder akibat cedera atau penyakit tertentu, dan nyeri kepala yang terkait dengan saraf kranial, nyeri wajah dan sebagainya.

Umumnya penderita akan langsung minum obat sakit kepala yang dijual bebas untuk meredakan sakit kepala. Tetapi mengonsumsi pereda nyeri berlebihan sangat tidak dianjurkan karena akan menyebabkan apa yang disebut rebound headache yaitu kondisi di mana nyeri kepala justru akan menetap dan memburuk karena kelebihan obat-obatan. Penggunaan obat anti nyeri disarankan hanya untuk penggunaan jangka pendek.

Nyeri kepala yang tidak selalu diatasi dengan obat adalah nyeri kepala yang disebut tension headaches, yaitu sakit kepala akibat saraf yang kaku atau tegang. Sakit kepala jenis ini umumnya dirasakan mulai dari dahi hingga belakang kepala dan leher.  Tension headache termasuk sakit kepala yang paling sering dijumpai pada orang dewasa. Sakit kepala ini dapat bersifat akut sampai kronis, namun tidak berpengaruh pada penglihatan dan organ lain.

Stress, kurang tidur, cemas, atau lapar, dapat memicu sakit kepala ini. Ingat bahwa obat-obatan tidak selalu menyembuhkan. Efek pengobatan pertama kali mungkin manjur, namun semakin sering menggunakan obat tidak akan memberikan efek sama bahkan mendatangkan efek samping.

Selalu diskusikan dengan dokter untuk obat-obatan anti nyeri yang dibeli sendiri. Jika nyeri kepala datang karena kelelahan atau bekerja terlalu lama sehingga menyebabkan ketegangan di saraf, cobalan untuk istirahat, menghindari pencetus, atau memberikan pengobatan alami dengan kompres es, mandi air hangat atau memperbaiki posisi kepala saat bekerja.

Namun untuk nyeri kepala yang tidak biasa, misalnya disertai demam, kaku leher, atau kelemahan anggota gerak, penglihatan menurun, atau muntah sebaiknya segera mencari pertolongan ke dokter dan tidak mencoba mengobati sendiri.

 

Referensi:

http://www.medicinenet.com/headache/article.htm

http://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/tension-headaches#2

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/diagnosis-treatment/treatment/txc-20211544

 

PP-CPF-IDN-0070-AUG-2018