Skip directly to content

Virus Zika Dapat Rusak Kesuburan Pria

05/08/17

 

Belum lama ini dunia sempat digegerkan dengan wabah virus Zika. Awalnya menimpa negara-negara di Amerika Selatan, dan kemudian kasus-kasus infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk jenis Aedes ini juga ditemukan di Amerika, Eropa dan Asia. Masyarakat khawatir dengan infeksi virus zika karena bukti-bukti yang ditemukan menunjukkan adanya risiko pada perkembangan janin jika infeksi menjangkiti ibu hamil. Otak bayi tidak berkembang sempurna dan dikenal dengan mikrosefalus (ukuran kepala bayi lebih kecil).  

Meskipun saat ini wabah virus zika sudah mereda, tetapi penelitian tentang virus ini masih terus belangsung. Salah satu temuan yang cukup baru adalah, terkait kesuburan pria. Virus zika dikatakan dapat menyusutkan ukuran testis dan mempengaruhi kesuburan pria.

Penularan virus sampai sekarang masih terus diperdebatkan, apakah hanya melalui nyamuk atau bisa antara manusia. Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa virus dapat bertahan lama di cairan semen pria, bahkan hingga 6 bulan setelah terinfeksi.  Hal inilah yang menjadi perhatian para peneliti.

Menurut penelitian, virus zika ditemukan di cairan semen pria yang terinfeksi karena ia dapat bertahan di epididimis, yaitu bagian dari testis yang bertugas menyalurkan sperma dari testis ke uretra. Temuan inilah yang menjadi alasan mengapa virus zika dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Ketakutan selanjutnya adalah, jika virus dibiarkan ada dalam testis, lama-kelamaan dapat menyusutkan ukuran testis. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian pada hewan tikus. Sampai saat ini belum diketahui apa yang membuat virus zika mampu bertahan hidup begitu lama di testis seorang pria. Hal ini masih terus diselidiki.

 

Referensi:

http://www.iflscience.com/health-and-medicine/zika-virus-may-shrink-testicles-and-cause-fertility-problems-in-men/

http://www.webmd.com/a-to-z-guides/news/20170222/zika-mice-male-fertility

 

PP-CPF-IDN-0078-AUG-201