Skip directly to content

Vitamin D Perpanjang Hidup Penderita Kanker

13/06/17

 

Vitamin D tidak sepopuler vitamin C atau vitamin A bagi masyarakat awam. Masyarakat sudah sadar pentingnya mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin A untuk kesehatan mata dan kulit, atau vitamin E untuk kesehatan kulit. Bagaimana dengan vitamin D?

Masyarakat umumnya mengenal vitamin D sebagai vitamin yang didapatkan dari sinar matahari. Vitamin D dikenal sebagai vitamin untuk membantu penyerapan kalsium untuk kekuatan tulang. Tetapi ternyata manfaat vitamin D tidak sebatas itu saja. Penelitian yang dilakukan belum lama ini menemukan bahwa vitamin D dapat meningkatkan harapan hidup pasien penderita kanker payudara.

Ini merupakan hasil temuan penelitian yang cukup besar, di mana ada sekitar 1.666 pasien kanker payudara yang diteliti. Penderita kanker payudara yang rutin mengonsumsi vitamin D, ternyata memiliki peluang hidup lebih panjang dibandingkan pasien kanker payudara yang tidak pernah mengonsumsi suplemen vitamin D. Jumlah mereka yang dapat bertahan hidup dengan konsumsi vitamin D dosis tinggi bahkan mencapai 55 persen. Selain itu, 42 persen bertahan hidup terbebas dari kanker, dan  63 persen dapat bertahan hidup meskipun memiliki kanker payudara.

Mengapa vitamin D begitu penting untuk penderita kanker? Penelitian juga pernah dilakukan untuk melihat dampak kekurangan vitamin D pada risiko kanker tertentu. Dan ditemukan, pada mereka yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker kandung kemih. Dari 7 penelitian, 5 di antaranya menemukan risiko kanker kandung kemih meningkat pada orang-orang yang memiliki kandungan vitamin D rendah. Sebaliknya penderita kanker kandung kemih yang mengonsumsi vitamin D dosis tinggi, peluang hidupnya meningkat.

Vitamin D juga banyak disebut penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah beberapa penyakit autoimun. Selain dari sinar matahari, sebenarnya vitamin D ada dalam makanan kita sehari-hari seperti lemak ikan, produk susu, jamur, hati dan kuning telur. Namun sebagian besar vitamin D memang dari paparan sinar matahari. Hanya mengandalkan dari diet saja tidak mencukupi kebutuhan harian vitamin D.

Vitamin D membantu mempertahankan kadar  kalsium dan fosfat di tubuh sehingga berdampak langsung pada kondisi kesehatan. Kekurangan vitamin D sering dijumpai pada orang yang tidak pernah terpapar sinar matahari. Umumnya di negara-negara bersuhu dingin di mana waktu siang hari relatif lebih rendah daripada malam hari. Namun di negara Asia atau tropis saat ini ada kecenderungan kurang vitamin D karena jarang beraktivitas di luar rumah.

Namun bukan berarti kita dapat mengonsumsi suplemen vitamin D tanpa petunjuk alias sebanyak-banyaknya. Untuk memastikan seseorang memang kekurangan vitamin D, harus dilakukan tes oleh dokter. Untuk mengetahui apakah kita mengalami defisiensi vitamin D, dokter akan melakukan tes darah. Bila terbukti kekurangan sampai tingkat membahayakan kesehatan, barulah kita dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin D dalam bentuk pil. Panduan konsumsi vitamin D per hari yang dianjurkan saat ini adalah 600-800 IU, tergantung usia. Semakin lanjut usia, dosis yang dianjurkan semakin tinggi.

 

Referensi:

http://www.nytimes.com/2016/11/14/well/live/vitamin-d-linked-to-longer-breast-cancer-survival.html?_r=0

http://www.medicalnewstoday.com/articles/313933.php

http://www.cbsnews.com/news/vitamin-d-deficiency-is-widely-overestimated-doctors-warn/

http://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-vitamin-d#Overview1

 

PP-CPF-IDN-0037-AUG-2018