Contact UsInvestorsNews and MediaCareersScienceContact Us
HomeHealth and WellnessDisease and ConditionsVaccine Related ConditionsDiagnosis Penyakit Pneumonia, Penyebab, dan Penanganannya

Diagnosis Penyakit Pneumonia, Penyebab, dan Penanganannya

Tentang Penyakit Pneumonia


Penyakit pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit dan infeksi yang serius.1 Bakteri disebarkan melalui percikan (droplet), atau melalui kontak langsung dengan air liur atau lendir yang terinfeksi. 

Meskipun siapa pun bisa terkena penyakit pneumonia, orang-orang pada usia tertentu atau dengan kondisi medis tertentu berisiko lebih tinggi terkena berbagai jenis penyakit pneumonia.2

Penyakit Pneumonia pada Anak

 

Penyakit pneumonia pada anak dapat disebabkan oleh bakteri pneumokokus non-invasif. Anak berusia di bawah lima tahun memiliki risiko tertinggi terkena penyakit ini.2 

 

Menurut UNICEF, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia.3 Balita sangat rentan terpapar penyakit ini karena sistem imun mereka belum berkembang dengan baik.


Penyakit Pneumonia pada Dewasa 


Salah satu jenis penyakit pneumonia pada dewasa adalah pneumonia pneumokokus, yaitu jenis pneumonia bakterial yang paling umum.  Dikarenakan usia, orang dewasa di atas 65 tahun berada pada risiko tertinggi untuk penyakit pneumokokus apalagi jika penderita memiliki kondisi kesehatan kronis tertentu dapat membuatnya lebih rentan terhadap pneumonia pneumokokus.4 

 

Faktor risiko pneumonia pneumokokus meliputi diabetes, asma, penyakit paru obstruktif kronis, sistem kekebalan tubuh yang lemah, merokok, dan alkoholisme.2 Gejala pneumonia pneumokokus meliputi demam tinggi, keringat berlebihan, menggigil kedinginan, batuk, sulit bernafas, dan sesak nafas.5 

  
Bagaimana Penyakit Pneumonia Ditangani?

 

Pneumonia dapat diobati dengan antibiotik, jika disebabkan oleh bakteri.6

 

Istirahat dan banyak hidrasi juga dapat membantu pemulihan lebih cepat.

 

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pneumonia sebagai berikut:6

 

Melakukan vaksinasi adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah pneumonia.

Cuci tangan: Jaga kebersihan dan sering mencuci tangan, terutama saat merawat orang lain yang sakit atau setelah membuang ingus, akan mencegah penyebaran kuman.

Mengatasi faktor lingkungan: Kurangi polusi udara dalam ruangan dan berhenti merokok.

Pertahankan gaya hidup sehat: Makan makanan yang sehat, istirahat, dan olahraga teratur untuk membantu Anda tetap sehat.

Nutrisi yang cukup merupakan kunci untuk meningkatkan pertahanan alami, dimulai dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.

 

Referensi:

 

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Disease. Diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumococcal/index.html pada tanggal 5 November 2023.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Disease: Risk Factors and How It Spreads. Diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/risk-transmission.html  pada tanggal 5 November 2023.
  3. UNICEF. Rights to Breathe: Addressing Pneumonia on Children. Diakses pada tanggal 5 Februari 2021 melalui
    https://www.unicef.org/indonesia/stories/pneumonia-lombok.
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Disease: Risk Factors for Pneumonia. Diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumonia/riskfactors.html pada tanggal 5 November 2023.
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Disease: Symptoms and Complications. Diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/symptoms-complications.html pada tanggal 5 November 2023.
  6. World Health Organization. Pneumonia. Diakses melalui https://www.who.int/health-topics/pneumonia pada 7 November 2023.
  • Fokus Kami pada Terapi Penyakit Langka

  • Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Resistensi Antibiotik

  • Mengenal Imunisasi PCV

  • Ketahuilah Manfaat dari Vaksinasi Pneumonia untuk Orang Dewasa

  • Fakta Tentang Kanker Payudara Yang Perlu Anda Ketahui

  • Mencegah Resistensi Antimikroba

PP-UNP-IDN-0457-NOV-2023
News and MediaCareer Privacy StatementTerms of Use Contact Us
Copyright © 2023 PT Pfizer Indonesia. All rights reserved.
PP-UNP-IDN-0134-OCT-2022