Contact UsInvestors

News and Media

CareersScienceContact Us
Home NewsGangguan Pernapasan Semakin Mengancam! Seberapa Penting Vaksinasi Pneumonia di Lingkungan Kerja?
 

Gangguan Pernapasan Semakin Mengancam! Seberapa Penting Vaksinasi Pneumonia di Lingkungan Kerja?

Jakarta, 20 September 2023 - Baru-baru ini, kota - kota besar di Indonesia seperti Tangerang Selatan, Bandung, Surabaya, dan Palangkaraya mengalami polusi dan kualitas udara yang sangat tidak sehat.[1] Tak terkecuali DKI Jakarta, yang sempat menempati posisi teratas sebagai wilayah urban paling berpolusi di dunia dengan indeks kualitas udara menembus angka 172.[2] Kondisi tersebut memicu meluasnya sebaran PM 2.5, yakni partikel polutan yang berisiko terhirup dan mengendap di organ pernapasan dalam jangka waktu lama[3]. Hal ini dapat memicu sejumlah penyakit respirasi dengan angka mortalitas tertinggi, termasuk pneumonia[4].

Serangkaian fakta tersebut mendasari inisiatif bersama antara PT Pfizer Indonesia dengan HXD dan AmCham Indonesia untuk menggelar C-Suite Breakfast Dialogue pada Rabu (20/9) pagi di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, mengusung tema Workplace Immunization & Employee Well-Being during Endemic: “Policies and Actions for Business Leaders in Tackling Pneumonia & Other Respiratory Diseases”, kegiatan ini ditujukan sebagai ruang diskusi antara para pakar kesehatan dan pimpinan perusahaan untuk merumuskan kebijakan perlindungan kesehatan dan produktivitas karyawan, yang berfokus pada risiko penyakit gangguan pernapasan (respiratory disease) di tempat kerja.

Khusus terkait pneumonia, data global menunjukkan infeksi saluran pernapasan sekunder ini menyebabkan 2,5 juta kasus kematian di berbagai negara pada tahun 2019.[5] Bahkan, bagi populasi yang pernah terinfeksi COVID-19, penyakit tersebut semakin rentan menyerang dan memicu gangguan pernapasan akut yang lebih mematikan.[6] Fakta tersebut berlaku untuk semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti penyakit paru dan jantung kronis, diabetes, asma, koinfeksi dengan COVID-19, para alkoholik dan perokok aktif, dan para pekerja di perkotaan dan lingkungan industri yang harus berkutat dengan polusi saat beraktivitas sehari-hari.[7] Apalagi dengan kondisi udara yang kian memburuk di banyak lokasi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, risiko pneumonia bisa meningkat berkali-kali lipat.[8] Akibatnya, produktivitas kerja pun terancam karena menurunnya kualitas kesehatan karyawan di tempat kerja.

Adapun penyelenggaraan C-Suite Breakfast Dialogue, menurut Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru-Paru), Rumah Sakit Siloam, dapat menjadi momen yang tepat untuk memperkuat atensi publik terhadap risiko penyakit gangguan pernapasan di tempat kerja. “Penyakit gangguan pernapasan dapat menyerang semua kalangan. Terutama bagi kelompok usia produktif, ancaman penyakit gangguan pernapasan menjadi berkali-kali lipat lebih berbahaya yang mungkin disebabkan oleh terpaparnya asap ataupun gas beracun dan ditambah dengan buruknya kualitas udara yang diakibatkan oleh polusi khususnya di kota-kota besar akhir-akhir ini. Polusi udara membuat semua orang yang menghirupnya berisiko terkena pneumonia yang meningkat dua kali lipat, dimana aparatus mukosiliar dan pertahanan kekebalan seluler juga telah terbukti berkurang secara signifikan oleh nitrogen dioksida yang merupakan komponen utama pada udara yang tercemar.[9] Ditambah, kondisi komorbid atau perilaku tertentu seperti latar belakang penyakit liver kronis, penyakit paru kronis, merokok atau pecandu alkohol pada orang dewasa berpengaruh meningkatkan risiko terkena pneumonia,” jelasnya.

Menyambung pembahasan tersebut, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, menyatakan perlu adanya kebijakan vaksinasi perusahaan, khususnya terkait pneumonia, demi menjaga performa karyawan sekaligus mendorong peningkatan target kesehatan Indonesia yang lebih baik. “Satgas Imunisasi dengan senang hati dan sangat terbuka mendukung kesadaran masing-masing individu atau perusahaan untuk melakukan pencegahan dan perlindungan terhadap gangguan respirasi, salah satunya melalui vaksinasi pneumonia. Terutama bagi perusahaan yang berkecimpung di lingkungan kerja area industri atau jenis-jenis pekerjaan lainnya yang berisiko memicu penyakit gangguan pernapasan,” tambahnya.

Di sisi lain, dr. Richard Santoso, Medical Director PT Pfizer Indonesia, menyebut vaksinasi adalah cara yang disarankan untuk melindungi diri dari penyakit pneumonia, yakni lebih tepatnya mencegah infeksi dari bakteri pneumokokus pada manusia.[10] Ia mengatakan, “Pada tingkat akutnya, pneumonia dapat menyebabkan alveoli (kantung udara) di paru-paru dipenuhi oleh cairan atau nanah yang menghambat kelancaran bernapas. Oleh karenanya, kami sangat terbuka dalam mendukung upaya perusahaan untuk memastikan kesehatan karyawan terjaga, khususnya dari risiko penyakit gangguan pernapasan yang dapat mengganggu produktivitas kerja.”

Data MercerMarshBenefit menyatakan bahwa perbandingan semester I 2023 dan semester I 2022, menunjukan kasus pneumonia yang meningkat sebesar 56,9% (Dewasa) dan 88,1% (Anak-anak). Melengkapi urgensi tentang vaksinasi pneumonia bagi karyawan di tempat kerja, Ardianto Utomo, VP Employee Health & Benefit Marsh McLennan Indonesia, berharap agenda C-Suite Breakfast Dialogue dapat menjembatani informasi yang kompeten bagi para Direktur SDM terkait implementasi vaksinasi pneumonia di tempat kerja. “Semoga langkah awal ini dapat mendorong perubahan positif yang semakin mensejahterakan karyawan dan perusahaan di kemudian hari. Karena bagaimanapun juga, harus diakui bahwa saat ini semakin banyak tempat kerja yang rentan terhadap paparan polusi dan zat kimia, yang apabila diikuti oleh jam kerja berlebih dan gaya hidup tak sehat, akan semakin berisiko memicu infeksi gangguan pernapasan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, seluruh pihak yang berpartisipasi dalam agenda C-Suite Breakfast Dialogue kali ini sama-sama optimis hasil diskusi terkait dapat membuka peluang bagi perusahaan di berbagai sektor industri untuk mengenal lebih dekat tentang pentingnya vaksinasi pneumonia. Agenda ini juga diharapkan dapat menjembatani sinergi berbagai pihak, untuk menciptakan solusi transformatif dan berkelanjutan demi mewujudkan dunia yang lebih sehat bagi setiap individu. Sebelumnya, Pfizer Indonesia meluncurkan materi umum terkait pneumonia yang dapat diakses di https://www.sahabatpeduli.co.id/paruparukukesayanganku/home.
 

***

Tentang Pfizer: Terobosan Yang Mengubah Hidup PasienTM
Di Pfizer, kami menerapkan ilmu pengetahuan dan beragam sumber daya global kami guna menciptakan terapi bagi masyarakat yang dapat memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan. Kami berusaha keras untuk menetapkan standar pada kualitas, keamanan dan nilai dalam penemuan, pengembangan dan pembuatan produk layanan kesehatan, termasuk obat-obatan dan vaksin yang inovatif. Setiap harinya, mitra kerja Pfizer di seluruh dunia bekerja di berbagai negara maju dan berkembang untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan, perawatan dan penyembuhan yang mampu melawan berbagai penyakit yang paling ditakuti saat ini. Sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai salah satu perusahaan biofarmasi inovatif perintis di dunia, kami berkolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan, pemerintah, dan komunitas lokal untuk mendukung dan memperluas akses layanan kesehatan yang terpercaya dan terjangkau di seluruh dunia. Selama lebih dari 170 tahun, kami bekerja untuk membuat perubahan bagi semua yang mempercayai kami.
 
Untuk mengetahui informasi tentang Pfizer di Indonesia, silakan kunjungi www.pfizer.co.id serta ikuti kami di Instagram dan YouTube @pfizer_id.

PP-UNP-IDN-0369-AUG-2023



[1] Iqair.com: Kualitas udara di Indonesia diakses melalui https://www.iqair.com/id/indonesia pada 18 Agustus 2023, pukul 08.03 WIB

[2] Iqair.com: Air Quality in Jakarta on August 13th, 2023, diakses melalui https://www.iqair.com/indonesia/jakarta pada 13 Agustus 2023, pukul 13.10 WIB

[3] Epa.gov: Particulate Matter (PM) Basics, diakses melalui https://www.epa.gov/pm-pollution/particulate-matter-pm-basics pada 11 Agustus 2023, pukul 13.16 WIB

[4] Kemkes.go.id: Polusi Udara Sebabkan Angka Penyakit Respirasi Tinggi, diakses melalui https://www.kemkes.go.id/article/view/23040400001/air-pollution-makes-respiratory-diseases-prevalent.html  pada 11 Agustus 2023, pukul 14.04 WIB

[5] Ourworldindata.org: Pneumonia, diakses melalui https://ourworldindata.org/pneumonia pada 11 Agustus 2023, pukul 14.53 WIB

[6] Nlm.nih.gov: Respiratory and Psychophysical Sequelae Among Patients with COVID-19 Four Months After Hospital Discharge, diakses melalui https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33502487/  pada 11 Agustus 2023, pukul 15.01 WIB

[7]CDC. Pneumococcal Disease: Risk Factors and How it Spreads. Diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/risk-transmission.html. pada 18 Agustus 2023, pukul 16.11 WIB

[8] Ibid

[9] Indianexpress.com: Can exposure to polluted air increase the risk of developing pneumonia?, diakses melalui https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/air-pollution-risk-pneumonia-prevention-tips-7627803/  pada 22 Agustus 2023, pukul 19.10 WIB

[10] Cdc.gov: Pneumonia Can Be Prevented: Vaccines Can Help, diakses melalui https://www.cdc.gov/pneumonia/prevention.html pada 11 Agustus 2023, pukul 15.45 WIB

News and MediaCareer Privacy StatementTerms of Use Contact Us

Copyright © 2024 PT Pfizer Indonesia. All rights reserved.
PP-UNP-IDN-0134-OCT-2023