• Medical Information Contacts

  • News and Media

  • Contact us

pfizer indonesia women forum: mengurai kebiasaan yang menghambat karier


Jakarta, 15 Agustus 2022 - Indonesia DEI Council kembali mengadakan Pfizer Indonesia Women Forum (PIWF) yang bertajuk How Women Rise (Part 2). Acara ini merupakan kelanjutan dari sesi pertama How Women Rise yang diadakan pada 1 Oktober 2021.

Sesi kedua ini melanjutkan kajian dari buku “How Women Rise” karya Sally Helgessen dan Marshall Goldsmith yang sebelumnya diadakan pada sesi pertama. Forum ini membahas mengenai tiga kebiasaan atau perilaku yang menghambat karier perempuan namun seringkali tidak disadari. Dipandu oleh Soraya Candrasari selaku People Experience Director dan didukung oleh Leadership Team Pfizer Indonesia, peserta diharapkan dapat memanfaatkan sesi ini untuk mengembangkan karier serta membangun relasi dan koneksi dengan Leadership Team.

Kebiasaan pertama yang dibahas, yaitu enggan untuk mengakui pencapaian, Soraya menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman beliau, kebiasaan ini bersifat kultural, cukup sering teramati pada perempuan terutama di Indonesia. Padahal menurutnya, produk yang baik memerlukan marketing yang baik juga. Mengakui pencapaian merupakan kebiasaan yang perlu diasah tanpa memberikan kesan arogan.

Erat kaitannya dengan kebiasaan pertama, kebiasaan kedua yaitu mengharapkan orang lain melihat dan menghargai kontribusi secara spontan juga cukup sering diamati, terutama pada saat performance appraisal. Kebiasaan ini merujuk pada pola pikir yang mengakar bahwa kerja keras dan kinerja baik sudah pasti akan diperhatikan dan dihargai, terutama oleh atasan. Padahal, tidak selalu demikian halnya, terutama jika atasan memiliki banyak anak buah. Sering pula, keengganan ini muncul karena yang bersangkutan menganggap kontribusinya tidak terlalu besar untuk ditunjukkan. Padahal, kebiasaan untuk menyampaikan kontribusi dengan cara yang baik akan berdampak positif pada karier.

Terkait kebiasaan ketiga, yaitu menilai terlalu tinggi keahlian (expertise), Soraya menyampaikan bahwa yang dimaksud adalah menganggap keahlian adalah segalanya untuk mengembangkan karier. Ketika seseorang berada pada entry level, sebagian besar pekerjaan sehari-hari memerlukan keahlian teknis. Akan tetapi, saat seseorang ingin mengembangkan kariernya ke jenjang yang lebih tinggi, maka diperlukan keahlian lain, seperti kemampuan manajemen dan kepemimpinan. Semakin tinggi posisi seseorang di pekerjaan, seringkali kebutuhan akan keahlian teknis semakin sedikit. Oleh karena itu, selain memiliki keahlian teknis, mengasah dan mengembangkan keterampilan lain sesuai aspirasi karier adalah hal yang tidak kalah penting.

Acara ini dihadiri oleh 34 peserta dan diselenggarakan sebagai bagian dari dukungan Pfizer Indonesia terhadap perempuan dalam mengembangkan kariernya. Peserta dan Leadership Team menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi saat acara berlangsung. Sebagian besar peserta memberikan tanggapan yang positif karena mendapatkan inspirasi serta dukungan untuk memupuk kebiasaan yang produktif untuk pengembangan kariernya.

PIWF digagas oleh Indonesia Diversity, Equity & Inclusion (DEI) Council, organisasi internal di dalam Pfizer yang dibentuk untuk menjaga agar nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas di dalam Pfizer terus diterapkan dalam berbagai aktivitas, salah satunya melalui forum-forum yang dapat memaksimalkan potensi perempuan dalam lingkungan kerja. 
  

 

HEALTH AND WELLNESS Disease and Conditions Patient Awareness and Assistance Sahabat Peduli – Selalu Hadir Disampingmu
OUR SCIENCE  Focus Area OUR PEOPLE Our Values Diversity, Equity, and Inclusion at the Workplace The Journey in Indonesia Talent Development in Indonesia  Graduate Trainee Program OUR PURPOSE About Pfizer Commitment to Global Health A New Pfizer OUR PRODUCTS How Drugs are Made Upjohn Medical Information Contacts